Pengrajin Dodol Keranjang Keluhkan Kenaikan Harga Tepung Ketan dan Gula
LAPORAN JOHARI
Senin, 12/01/2026, 20:19:44 WIB
Mindayani maestro Dodol Ranjang Kota Tegal

PanturaNews (Tegal) - Dampak pemerintah tidak impor beras termasuk beras ketan, membuat harga tepung ketan naik. Hal itu dikeluhkan oleh pengrajin Dodol Keranjang (Dodol Ranjang) yang bahan bakunya dari tepung ketan.

Menurut Mindayani Wirjono (85) pengrajin Dodol Keranjang ‘Sido Makmur’, di Jalan Belimbing Nomor 84, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang merupakan maestro Dodol Keranjang Kota Tegal.

Menurutnya, tahun lalu harga tepung ketan Rp 17.500 perkilogram, sekarang Rp 19.000. Belum lagi harga gula juga mengalami kenaikan. Sedangkan harga Dodol Keranjang tidak mengalami kenaikan, karena pemesanan sudah lebih awal sebelum dodol dibuat.

"Pemesanan masih sepi, tapi tetap kirim sih, ke Bandung, Semarang, Solo, tapi ya volumenya gak banyak. Produksi cuma 2-3 kuintal sehari. Ada empat varian yakni rasa coklat (kakao), vanilla (prambos), pandan dan original (ketan dan gula saja)," ujar Mindayani, Senin 12 Januari 2026.

Selain tepung ketan dan gula, harga Kakao juga mengalami kenaikannya bahlan tiga kali dari harga sebelumnya, yang harus dibeli dari luar negeri (impor).

"Semua bahan baku mengalami kenaikan harga, tapi harga penjualan masih tetap," ujarnya.

Diketahui Hari Raya Imlek tahun ini, tanggal 17 Februari 2026. Kurang afdol jika Hari Raya Imlek tanpa Dodol Keranjang (Dodol Ranjang), sama halnya lebaran tanpa ketupat opor ayam. 

Diceritakan, pada jaman perang di negera Tiongkok dulu prajurit diwajibkan membawa dodol keranjang untuk persiapan bahan makanan saat perang. Selain itu dodol keranjang yang kenyal atau lengket, rasanya manis dan bentuknya bulat punya pilosofi, yaitu untuk mengeratkan hubungan persaudaraan, banyak rezeki dan tidak berujung atau tidak ada ada akhir. 'Filosofinya hubungan saudara tetap erat tidak cerai berai, banyak rezeki dan tidak ada akhir karena bentuknya bulat'.