![]() |
|
|
PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) di Kelompok Bermain Asoka, Desa Watujaya, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menerapkan media pembelajaran kreatif untuk merangsang kreativitas anak usia 3-6 tahun selama golden age perkembangan mereka.
Dengan 39 siswa (kelompok A: 15 siswa, kelompok B: 24 siswa), pendekatan ini menggunakan bahan alam (loose parts), alat peraga visual, dan kegiatan seni seperti menggambar serta bermain peran.
Hasil observasi menunjukkan peningkatan keaktifan, kemandirian, dan kepercayaan diri anak, sejalan dengan prinsip pembelajaran menyenangkan di PAUD.

PAUD membentuk fondasi kognitif, sosial, emosional, dan kreatif anak melalui stimulasi lingkungan yang tepat. Golden age (usia 3-6 tahun) menuntut media pembelajar yang memfasilitasi eksplorasi, bukan sekadar transmisi pengetahuan.
Di Kelompok Bermain Asoka, Ibu Farida, S.Pd sebagai kepala sekolah dan Ibu Susyati dan Ibu Yusi Apriyani sebagai guru yang berperan sebagai fasilitator, memanfaatkan media kreatif untuk mendukung imajinasi anak.
Penerapan media pembelajaran kreatif di Kelompok Bermain Asoka dilaksanakan melalui tiga jenis media utama yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini, yaitu bahan alam (loose parts) seperti kolase dari bijian kering, kegiatan bermain peran berupa simulasi memasak sederhana, serta aktivitas seni melalui melukis dengan jari menggunakan cat alami.
Pendekatan ini memungkinkan anak bereksplorasi secara bebas sambil merangsang motorik halus, imajinasi, dan koordinasi sensorik mereka. Media-media tersebut tidak hanya murah dan berbasis lingkungan lokal Desa Watujaya, tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional anak dalam proses belajar yang menyenangkan.
Penerapan pembelajaran kreatif ini terlihat dari meningkatnya keaktifan anak dalam kegiatan kelas, kemampuan anak mengemukakan ide secara mandiri, serta keberanian mereka mencoba berbagai bentuk kreasi baru.
Melalui pendekatan ini, anak-anak di Kelompok Asoka tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan rasa percaya diri sejak dini. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan anak usia dini yang menekankan pada proses belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Hal ini sejalan dengan literatur ilmiyah seperti penelitian Aini & Sari (2023) yang menekankan pentingnya penggunaan permainan edukatif dapat meningkatkan minat belajar anak, tetapi juga memberi mereka ruang untuk mengekspresikan kreativitas melalui berbagai aktivitas.
Serta penelitian Wulandari (2022) Anak-anak terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar, serta menunjukkan peningkatan kreativitas dan imajinasi dalam aktivitas sehari-hari. Yang mana sudah di terapkan di Kelompok Bermain Asoka.
Orang tua diharapkan menjadi mitra strategis dalam mendukung semua kegiatan Kelompok Bermain Asoka untuk memastikan keberhasilan penerapan media pembelajaran kreatif bagi 39 siswa usia dini.
(Daftar Pustaka: -Aini, R. N., & Sari, Y. P. (2023). Metode pembelajaran kreatif dalam pendidikan anak usia dini. KHIRANI: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 1-12. -Wulandari. (2022). Peningkatan kreativitas anak usia dini melalui permainan edukatif berbasis loose parts. Gema Ngabdi, 5(2), 45-56. -Apriyani, Y. (2026). Observasi penerapan media pembelajaran kreatif berbasis loose parts di Kelompok Bermain Asoka Desa Watujaya. Laporan Pengamatan Lapangan, Kelompok Bermain Asoka, Desa Watujaya, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)
