![]() |
|
|
PETERNAKAN sapi jumbo Sabarudin Farm yang berlokasi di Dukuh Pringanamba RT 02, Desa Kali Pengasinan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi objek penelitian lapangan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB).
Kegiatan ini menyoroti peran peternakan rakyat, sebagai salah satu penggerak perekonomian lokal di wilayah pedesaan.Penelitian tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UPB, yakni Naza Bunga Nurul Qolby, Rizqi Izzatul Zahwa, dan Sefiera Zulfa Assyfa.

Kegiatan dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara terbatas dengan pengelola peternakan, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengaitkan teori perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.
Sabarudin Farm merupakan usaha peternakan sapi potong yang telah dirintis sebelum tahun 2015 oleh Sabar, warga setempat. Sejak tahun 2015, pengelolaan peternakan mulai melibatkan Yani, yang turut berperan aktif dalam pengembangan usaha.
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebutuhan pasar, terutama menjelang hari besar keagamaan, skala usaha peternakan ini terus berkembang hingga dikenal sebagai penyedia sapi jumbo di wilayah Brebes dan sekitarnya.

Dalam kegiatan operasionalnya, peternakan ini melibatkan tenaga kerja lokal dengan pembagian tugas yang jelas, mulai dari perawatan kandang, penyediaan pakan, hingga pemeliharaan ternak.
Jumlah tenaga kerja bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan, terutama pada periode permintaan tinggi. Kondisi tersebut secara tidak langsung membuka lapangan kerja dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil wawancara, sapi yang dipelihara di Sabarudin Farm merupakan sapi potong berukuran besar yang ditujukan untuk memenuhi segmen pasar sapi jumbo.
Jenis sapi yang dikembangkan antara lain sapi hasil persilangan yang dikenal sebagai Peranakan Simmental, Peranakan Limousin, sapi Brahman, serta beberapa jenis sapi potong besar lainnya yang memiliki nilai jual tinggi.
Dari sisi pakan, pengelola peternakan menerapkan kombinasi pakan hijauan dan pakan tambahan. Pakan hijauan meliputi jerami, rumput gajah mini atau rumput odot, serta rumput pakchong.

Sementara itu, pakan tambahan terdiri atas konsentrat, dedak halus, dan ampas tahu. Pola pemberian pakan dilakukan secara teratur dengan menyesuaikan kondisi fisik dan kebutuhan masing-masing sapi guna menjaga kesehatan serta kualitas ternak.
Hasil pengamatan mahasiswa menunjukkan bahwa pemasaran sapi dari Sabarudin Farm telah menjangkau konsumen lintas daerah. Proses pemesanan dilakukan baik secara langsung maupun melalui jaringan relasi yang telah terbangun. Praktik usaha tersebut mencerminkan peran peternakan rakyat dalam menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan berbasis potensi desa.
Melalui kegiatan penelitian ini, mahasiswa FKIP UPB memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika usaha peternakan sapi potong sebagai sektor ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pengembangan ekonomi daerah serta mendorong optimalisasi potensi lokal sebagai penopang kesejahteraan masyarakat.
