Sampak Tegalan Bersama Kampung Seni Tegal Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025
LAPORAN IWANG NIRWANA
Kamis, 18/12/2025, 08:20:10 WIB
Kampung Seni Tegal yang diwakili ketua KST Seful Mumin menerima anugerah kebudayaan Indonesia 2025 yang diserahkan oleh Menteri Kebudayaan Indonesia di Jakarta. (Foto: Dok/Istimewa)

PanturaNews (Tegal) - Kampung Seni Tegal (KST) menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bersama kesenian Sampak Tegalan, KST meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Pembaharu/Pelopor Seni Tradisi, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Kampung Seni Tegal dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan berbasis komunitas secara berkelanjutan.

Penganugerahan AKI 2025 berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, mulai pukul 19.30 WIB, dan disiarkan secara langsung melalui YouTube kanal Indonesiana.

Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan agenda tahunan pemerintah yang diberikan kepada individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan nasional.

Kampung Seni Tegal ditetapkan sebagai penerima penghargaan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian oleh tim independen.

Dalam proses pengajuan, Kampung Seni Tegal sempat menghadapi kendala administratif, terutama terkait pembuatan surat permohonan dan rekomendasi. Namun, melalui fasilitasi Dewan Kesenian Kota Tegal yang menghubungkan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal selaku pihak pengusul, proses tersebut dapat dilalui tanpa menyurutkan semangat berproses.

Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mumin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya milik pengelola Kampung Seni Tegal, melainkan juga seluruh seniman dan masyarakat yang selama ini terlibat aktif menjaga ruang hidup kebudayaan di Tegal.

“Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 ini kami terima sebagai amanah. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa kerja-kerja kebudayaan harus terus dijaga keberlanjutannya dan tetap berpihak pada masyarakat,” ujar Seful Mumin.

Ia menambahkan, sejak awal Kampung Seni Tegal dibangun sebagai ruang bersama bagi seniman, komunitas, dan warga untuk belajar, berproses, serta mengekspresikan kebudayaan secara inklusif.

“Kami percaya kebudayaan akan terus hidup dan tumbuh dari bawah, dari kampung, dari ruang-ruang sederhana yang dirawat bersama. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membuka ruang kreatif, khususnya bagi generasi muda,” tambahnya.

Melalui capaian ini, Kampung Seni Tegal diharapkan dapat terus berperan aktif dalam memperkuat ekosistem seni budaya daerah, sekaligus menjadih contoh praktik baik pengelolaan ruang kebudayaan berbasis komunitas di tingkat nasional.