SMP Negeri 5 Direlokasi ke Lahan Eks Bengkok Debong Kulon
JAY-Riyanto Jayeng
Kamis, 25/11/2010, 16:27:00 WIB

SMP Negeri 5 Kota Tegal yang lokasinya di sebuah gang akan direlokasi. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) – Kondisi fisik gedung SMP Negeri 5 Kota Tegal, Jawa Tengah yang berada di Jalan Veteran Gang Kong Gwan, dinilai sudah tidak representatif lagi untuk kegiatan belajar mengajar. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1905 itu, nampak sudah mulai lapuk dan rapuh di sejumlah bagian bangunan.

Kaitan hal itu, Pemkot Tegal berencana akan merelokasikan SMP Negeri 5 Kota Tegal ke lokasi baru. Demikian hasil rapat pembahasan Komisi I DPRD Kota Tegal dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 5, Kamis 25 November 2010.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Golkar, Wasmad Edi Susilo mengatakan, rencananya relokasi SMP Negeri 5 akan menempati lahan eks bengkok di wilayah Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan. Alasanya relokasi itu karena kondisinya sudah tidak layak.

Menurutnya, saat ini Pemkot Tegal sudah membuat Detail Enginering Design (DED) untuk perencanaan pembangunan SMP Negeri 5 yang akan dilakukan mulai tahun anggaran 2011.

“Rencananya SMP Negeri 5 akan direlokasikan ke lahan eks bengkok di wilayah Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan. Pembangunannya akan dimulai di tahun anggaran 2011, karena DED-nya sudah jadi di tahun 2010. Diharapkan pada tahun ajaran 2012 sekolah tersebut sudah bisa ditempati ,” kata Wasmad.

Lebih jauh Wasmad menegaskan, dengan direlokasikannya SMP Negeri 5 ke wilayah Tegal Selatan, berarti program pemerataan sarana pendidikan berjalan lancar. Bahkan untuk tahap  mendatang, Pemkot berencana mendirikan sekolah menengah atas kejuruan di wilayah Tegal Selatan.

Rencana relokasi itu mendapat sambutan baik dari orang tua siswa. Salah satu orang tua siswa, Rohadi, warga Kelurahan Mangkukusuman mengatakan sangat bangga dengan kepedulian Pemkot Tegal yang menindak lanjuti keinginan masyarakat untuk menata kembali kondisi SMP Negeri 5.

Menurut Rohadi, jika SMP Negeri 5 dibiarkan menempati bangunan yang berdiri diatas tanah HGB milik warga, maka selamanya tidak akan meningkat menjadi sekolah yang bagus.