Kobarkan Semangat Kebangsaan, Fikri Faqih Dorong Mahasiswa Purbaya Tegal Jadi Agen Perubahan
LAPORAN SL. GAHARU
Selasa, 26/08/2025, 23:45:03 WIB
Anggota MPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada ratusan mahasiswa Politeknik Purbaya Kabupaten Tegal. (Foto: Dok/Humas PKS)

PanturaNews (Tegal) - Ratusan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari Politeknik Purbaya Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, memadati auditorium kampus pada Senin 28 Juli 2025.

Para mahasiswa antusias mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan, untuk memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda. Acara ini diisi langsung oleh anggota MPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M.

Dalam paparannya, Dr. Abdul Fikri Faqih menjelaskan secara rinci empat pilar yang menjadi fondasi kokoh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Empat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara," ujarnya.

Fikri menekankan pentingnya Pancasila bagi pemuda, yaitu untuk membentuk karakter dan kepribadian, meningkatkan pemahaman dan penghayatan, membangun nasionalisme dan solidaritas, membantu menghadapi tantangan global, serta menjadi agen perubahan.

Sementara itu, UUD 1945 memiliki makna penting sebagai landasan hukum utama yang mengatur hubungan antara warga negara dan negara, jaminan hak asasi manusia, pembatasan kekuasaan negara, pedoman bernegara, jaminan keadilan sosial, dan sumber hukum tertinggi.

"Para pendiri negara melihat negara kesatuan sebagai bentuk negara yang paling tepat untuk mewadahi persatuan bangsa yang majemuk," ungkap Fikri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, alasan lain pemilihan NKRI adalah untuk menjaga persatuan bangsa yang beragam, efisiensi pengelolaan negara, dan mencegah perpecahan.

Bentuk negara kesatuan memungkinkan pemerintahan pusat mengelola seluruh wilayah secara lebih efisien, memperkuat identitas nasional, dan mencegah potensi disintegrasi.

Lebih lanjut, Fikri menjelaskan bahwa semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" dipilih karena mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa yang memiliki beragam suku, agama, budaya, dan ras.

"Semboyan ini merupakan cerminan identitas bangsa Indonesia yang beragam namun bersatu, serta menjadi landasan bagi persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya.

Di akhir sesi, Fikri menyoroti peran strategis generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan pembinaan komprehensif yang meliputi pendidikan berkualitas, pengembangan keterampilan, jiwa kepemimpinan, dan kesadaran akan pentingnya persatuan dan keberagaman.

"Inovasi, kreativitas, dan partisipasi aktif dalam pembangunan juga sangat diperlukan," pungkasnya.