Alun-Alun Brebes Kini Ramai! PKL Diakui, Event Rutin Bikin Pendapatan Naik
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Kamis, 21/08/2025, 17:05:25 WIB
Suasana Alun-Alun Brebes kini berbeda jauh dari beberapa tahun lalu. Sejak Bupati Paramitha Widya Kusuma dilantik pada Februari 2025, alun-alun yang dulu cenderung sepi kini berubah jadi pusat keramaian, hiburan, dan rezeki bagi banyak orang, terutama para pedagang kaki lima (PKL).

PanturaNews (Brebes) – Suasana Alun-Alun Brebes kini berbeda jauh dari beberapa tahun lalu. Sejak Bupati Paramitha Widya Kusuma dilantik pada Februari 2025, alun-alun yang dulu cenderung sepi kini berubah jadi pusat keramaian, hiburan, dan rezeki bagi banyak orang, terutama para pedagang kaki lima (PKL).

Bukan tanpa alasan, kebijakan Pemkab yang membuka ruang publik untuk event-event kreatif sambil tetap memberi ruang bagi PKL dinilai sebagai terobosan yang berpihak pada rakyat kecil.

“Sekarang suasana alun-alun beda. Lebih hidup, lebih rame, ada musik dan hiburan yang bikin kami semangat,” ujar Mama Eka, penjual es buah, Kamis (21/8/2025).

Event Rutin Buat Brebes Hidup Lagi 

Beberapa event seperti Festival ANTV, Festival Bawang Merah, hingga Brebes Night Creative yang digelar tiap malam Minggu jadi daya tarik baru bagi warga lokal maupun luar kota. Para pedagang tidak lagi “dipinggirkan”, malah diberi tempat yang strategis.

“Dulu kalau ada acara, kami disuruh geser ke pinggir. Sekarang tetap bisa jualan di tempat biasa, meski rame banget,” kata Dodo, penjual ayam geprek.

Pendapatan PKL Meningkat

Bukan cuma soal keramaian, tapi event rutin juga membawa peningkatan penghasilan yang signifikan. Survei dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah menunjukkan:

-94% PKL merasa puas terhadap pelaksanaan event rutin

-48% mengaku penghasilan meningkat tajam selama acara berlangsung

“Yang penting, jangan sampai acara-acara ini berhenti Desember. Ini bukan cuma hiburan, tapi penggerak ekonomi buat kami,” ucap Dewi, pedagang seblak.

Tetap Ada PR: Fasilitas dan Kebersihan 

Meski suasana makin hidup, pedagang berharap pemerintah tetap memperhatikan penataan, fasilitas sanitasi, dan pengelolaan sampah, terutama saat event malam hari.

“Sekarang kami gak takut digusur. Tapi semoga toilet ditambah, dan area jualan ditata lebih rapi,” kata Solikhin, penjual es kopi.

Ruang Ekspresi yang Diakui 

Ketua Paguyuban PKL Pendopo Sejahtera, Ahmad Jazuli, mengatakan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang rasa dihargai.

“Kami bukan cuma jualan, tapi merasa jadi bagian dari wajah Brebes. Anak muda juga punya ruang untuk tampil di panggung Sabtu malam,” ujarnya.

Ruang Untuk Semua

Dari nobar Timnas, pentas seni, hingga pasar malam, Alun-Alun Brebes kini jadi tempat berkumpul warga, komunitas, dan ekonomi kreatif lokal. Suasana yang dulu hening, kini berubah jadi denyut kehidupan kota.

“Dulu kami cuma nonton pembangunan. Sekarang kami ikut tumbuh bareng,” kata Jazuli sambil melayani pembeli topi di pojok timur Pendopo.