![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Untuk ketiga kalinya, Forum Komunikasi Masjid Pemberdaya (FKMP) Tegal-Brebes kembali menggelar pertemuan rutin sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi antar pengurus masjid.
Kegiatan berlangsung pada Ahad (3/8/2025) pukul 10.00 WIB di Masjid Al Marzuq, Jalan Jenderal Yos Sudarso, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Sedikitnya 30 perwakilan masjid dan musala dari wilayah Tegal dan Brebes hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh.
Sohibul bait sekaligus takmir Masjid Al Marzuq, H. Eko Sudarmanto, menyampaikan ucapan selamat datang dan menyampaikan rencana pengembangan fungsi sosial masjid.
Di antaranya, Masjid Al Marzuq berencana membangun rumah inap murah yang hanya membebankan biaya listrik dan air. Selain itu, masjid juga menyiapkan fasilitas penampungan serta konsumsi sederhana bagi musafir.
“Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat pelayanan umat,” ujar H. Eko.
Sementara itu, Ustaz H. Ahmad Rosyidi selaku pembina FKMP menyampaikan pentingnya komunikasi antarpengurus masjid agar tercipta sinergi dalam memakmurkan masjid.
“Masjid yang dikelola dengan baik akan semakin ramai dengan jamaah. Melalui pertemuan rutin seperti ini, para takmir dapat saling bertukar ide dan pengalaman,” ujarnya.
Ia pun mengutip pesan dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, “Kalau tidak bisa membangun masjid, jadilah pengurus masjid. Kalau tidak menjadi pengurus, setidaknya jadilah jamaah. Jangan sampai kita tidak menjadi bagian dari masjid sama sekali.” ucapnya
Ketua FKMP Tegal-Brebes, Nur Ma’arif, turut membagikan pengalaman mengikuti pelatihan “Masjid Digital” yang digelar oleh Khadamul Masjid Indonesia (KMI) di Bandung pada 25–27 Juli 2025 lalu.
Ia menyampaikan pentingnya pendekatan kreatif dalam membina jamaah, khususnya anak-anak dan remaja.
“Anak-anak perlu didekati dengan cara yang sesuai usia mereka. Kami mencoba memasang sistem absen digital dengan sensor sentuh mereka suka dan jadi rajin ke masjid,” ujar Nur.
Ia juga menyebut bahwa reward sederhana seperti uang saku untuk tugas adzan dan iqamah terbukti memotivasi mereka.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dikenalkan pada sistem kewirausahaan masjid. Ia mencontohkan Masjid Al Kahfi Affiliate di Bogor yang berhasil mengembangkan bisnis produk berbasis jamaah hingga menghasilkan pendapatan miliaran rupiah melalui penjualan daring.
Pertemuan FKMP Tegal-Brebes ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan perencanaan program bersama untuk pemberdayaan masjid di wilayah masing-masing.