![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali dihebohkan oleh kemunculan lumpur hitam dari dalam tanah.
Setelah sebelumnya muncul di Desa Wangandalem, fenomena serupa kembali terjadi di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Kamis malam (31/7/2025) sekitar pukul 19.20 WIB.
Sumber semburan berada di sekitar proyek pemasangan pipa gas bumi di KM 268A Tol Pejagan–Brebes. Warga sekitar melaporkan adanya bau menyengat dan munculnya endapan lumpur di permukaan tanah.
“Tiba-tiba dari tanah keluar lumpur hitam, baunya menyengat. Kami takut ada dampak lebih besar,” ujar Aminah, salah satu warga, Kamis 31 Juli 2025.
Sebelumnya Terjadi di Wangandalem
Fenomena serupa dilaporkan warga Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, pada Minggu (27/7/2025) malam. Lumpur muncul dari halaman rumah milik seorang warga bernama Wajab, RT 03 RW 02, sekitar pukul 20.30 WIB.
“Awalnya dari retakan kecil dekat tembok tol, sekarang airnya masih merembes walau lumpurnya sudah tidak keluar,” kata Ketua RT setempat, Sutono.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa lumpur berwarna hitam keunguan, mengilap, dan memiliki tekstur halus. Berbeda dengan semburan di Krasak, lumpur di Wangandalem tidak menimbulkan bau menyengat.
Endapan lumpur telah menutupi sebagian halaman rumah setebal sekitar 30 cm. Beberapa pekerja proyek turut membantu membersihkan lokasi terdampak dan mengalihkan endapan ke area lain.
BPBD: Diduga Karena Retakan Akibat Pengeboran
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menyatakan bahwa kemunculan lumpur tersebut diduga terkait dengan aktivitas pengeboran pipa gas di bawah jalur tol.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso.
“Kami menduga terjadi retakan pada lapisan tanah akibat pengeboran, sehingga tekanan dari dalam mendorong lumpur ke permukaan,” jelas Wibowo.
Menurut BPBD, meskipun semburan di kedua lokasi telah berhenti, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya semburan susulan.
“Kami masih pantau kondisi di lapangan. Langkah mitigasi sedang disiapkan jika fenomena ini berulang,” ujarnya.