Fakta Mengejutkan di Balik Tewasnya Dua Anak di Pantai Sigandu. Aksi Bunuh Diri Bersama?
LAPORAN TIM PANTURANEWS
Kamis, 31/07/2025, 13:07:32 WIB
Pipit ditemukan dalam kondisi linglung di sebuah toilet umum tak jauh dari lokasi.

PanturaNews (Batang) — Misteri kematian dua anak perempuan yang ditemukan mengapung di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Polisi menduga ibu kandung kedua korban berniat melakukan bunuh diri bersama anak-anaknya.

Dugaan ini disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Batang, AKP Imam Muhtadi. 

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ibu korban, Vivit Margiantiningsih alias Pipit (31), mengaku membawa kedua anaknya ke laut dan melepas mereka di tengah ombak.

“Ya, ada niat bunuh diri bersama kedua anaknya,” kata AKP Imam kepada wartawan di RSUD Kalisari, Kamis (31/7). 

Kedua anak yang menjadi korban adalah Hafiza Latifatuz Zahra (6) dan Hana Hasinah (3), warga Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Jenazah mereka ditemukan warga dalam kondisi mengapung di bibir pantai, Rabu pagi.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/7) sekitar pukul 05.00 WIB. Pipit berangkat dari rumah dengan membonceng kedua anaknya menggunakan sepeda motor menuju Pantai Sigandu.

Setiba di lokasi, Pipit memarkirkan kendaraan di area pasir dan membawa kedua anaknya berjalan menuju laut. Anak bungsunya digendong menggunakan selendang, sementara anak sulung dibopong dengan tangan.

Pipit kemudian terus berjalan hingga ke tengah laut, hingga mencapai titik di mana kakinya tak lagi menapak dasar. Di titik tersebut, Pipit mengaku melepaskan selendang dan membiarkan kedua anaknya hanyut.

Tak lama kemudian, ombak datang menghantam tubuh mereka. Pipit mengaku tersadar dan mendapati kedua anaknya telah terlepas dari pelukannya. Ia sempat terbawa arus sebelum akhirnya terdampar dalam kondisi lemas di bibir pantai.

“Pipit ditemukan dalam kondisi linglung di sebuah toilet umum tak jauh dari lokasi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” kata AKP Imam.

Masih Dalam Penyelidikan

Polres Batang menyatakan masih mendalami motif di balik tindakan Pipit. Pemeriksaan lebih lanjut akan melibatkan tenaga medis dan ahli kejiwaan untuk mengevaluasi kondisi psikis Pipit saat kejadian.

“Kami belum bisa menyimpulkan secara utuh. Semua kemungkinan masih terbuka, termasuk latar belakang kejiwaan pelaku,” kata Kasat Reskrim. 

Sementara itu, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor dan pakaian korban, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.