![]() |
|
|
LUKISAN abstrak kontemporer adalah jenis karya seni yang tidak menggambarkan bentuk nyata seperti manusia atau benda, melainkan lebih berfokus pada ekspresi perasaan dan gagasan melalui warna, garis dan juga bentuk.
Meski terlihat bebas dan juga acak, sebenarnya banyak lukisan abstrak yang disusun dengan perhitungan dan pertimbangan visual yang matang. Salah satu cara yang digunakan seniman untuk menciptakan keseimbangan dalam karya seni lukisan abstrak kontemporer adalah menggunakan bentuk-bentuk geometri.
Geometri seperti garis lurus, lingkaran, segitiga, atau persegi membantu seniman dalam menyusun komposisi yang tampak seimbang dan menyatu. Dengan bantuan bentuk-bentuk tersebut, unsur unsur dalam lukisan dapat diatur dengan sedemikian rupa sehingga enak untuk dilihat dan tidak membingungkan. Dalam lukisan yang tidak menampilkan objek nyata, susunan elemen visual yang teratur bisa memberikan rasa nyaman dan tenang bagi penikmat seni.
Selain menjadi bagian dari komposisi, bentuk-bentuk geometri juga mengandung makna tertentu. Misalnya, lingkaran yang bisa diartikan sebagai simbol dari kesempurnaan, sedangkan segitiga sering melambangkan kestabilan. Karena itu, penting untuk memahami peran dari geometri dalam lukisan abstrak kontemporer agar kita mengetahui bahwa dibalik kesan bebas dan acak, ada struktur dan pemikiran mendalam yang menjadi dasar karya seni tersebut.
Lukisan abstrak kontemporer merupakan bentuk seni visual yang menekankan kebebasan ekspresi tanpa keterikatan pada bentuk nyata. Meskipun terlihat bebas dan juga spontan, karya-karya ini tetaplah membutuhkan struktur dan keseimbangan agar dapat dinikmati secara estetis oleh pemikat seni. Salah satu prinsip utama yang membangun keseimbangan tersebut adalah penggunaan elemenelemen geometri, yang berfungsi sebagai kerangka visual yang memperkuat struktur komposisi dalam lukisan abstrak.
Dalam dunia seni rupa, geometri bukan hanya sekedar bentuk rupa seperti lingkaran, segitiga, atau persegi, melainkan juga sebagai alat bantu visual yang mengatur tata letak unsur-unsur rupa agar tampak harmonis. Hidayat (2021) mengataka bahwa bentuk-bentuk geometris memiliki sifat sistematis yang konsisten dan memberi kontribusi besar dalam menciptakan ritme serta stabilitas visual dalam karya lukisan abstrak. Hal ini menunjukkan bahwa geometri dapat menjadi dasar yang penting dalam membentuk keseimbangan visual yang kokoh.
Ahmad Sadali, merupakan salah satu tokoh pelukis abstrak ternama di Indonesia, dikenal dengan pendekatan geometris dalam karyanya. Ia menggunakan bentuk bentuk geometris dan warna sebagai struktur utama untuk menciptakan suasana spiritual yang mendalam. Dalam karya karyanya, bentuk persegi, garis dan bidang warna membentuk harmoni visual yang terkesan tenang dan reflektif, pendekatan semacam ini menunjukkan bagaimana geometri dapat ditunjukkan untuk menyampaikan pesan estetis dan emosional secara bersamaan.
Keseimbangan visual yang dihasilkan dari pendekatan geometris biasanya bersifat formal dan simetris. Hal ini memberikan kesan keteraturan dan kejelasan kepada penikmat seni. Sebaliknya pendekatan non geometris lebih menggunakan ekspresi bebas, spontanitas serta distribusi warna dan tekstur yang intuitif. Ramadhan (2020) menyatakan bahwa pendekatan geometri menciptakan struktur visual yang terukur, sementara pendekatan non geometris bersifat emosional dan eksperimental.
Meski memiliki perbedaan dalam pendekatan, baik lukisan geometri maupun non geometris dapat menciptakan keseimbangan visual melalui cara yang berbeda. Lukisan geometris menekan pada keteraturan bentuk dan juga ruang, sedangkan non geometris lebih bermain pada harmoni warna dan tekstur secara emosional. Putra pamungkas (2021) menekankan bahwa dalam pendekatan non geometris, keseimbangan diperoleh dari spontanitas garis dan titik tanpa presisi.
Dari sisi penikmat seni, penggunaan geometri dapat meningkatkan apresiasi estetika terhadap karya abstrak. Geometri menciptakan rasa keteraturan yang secara psikolog menangkan, serta menjadi petunjuk visual yang membimbing mata penonton untuk menelusuri struktur karya. Sari (2022) menyebutkan bahwa elemen geometri memudahkan audiensi dalam menangkap makna serta memberi kesan elegan dan terstruktur.
Lebih dari itu, bentuk geometris juga dapat mengandung makna simbolis. Lingkaran dapat mewakili kesempurnaan atau keabadian, segitiga melambangkan kestabilan, dan grid mencerminkan tatanan modernitas. Dalam seni abstrak kontemporer, simbolisme semacam ini diberi dimensi konseptual yang memperdalam nilai estetika karya tersebut.
Geometris dalam seni juga sering dipadukan dengan prinsip matematika seperti rasio emas atau fraktal. Suryana (2019) menjelaskan bahwa beberapa seniman menggunakan pola fraktal atau pengulangan geometris untuk menciptakan kedalaman visual yang kompleks dan bermakna. Ini membuktikan bahwa geometri bukan sekedar alat bantu visual melainkan elemen yang berperan pada tingkat intelektual dan emosional.
Penggunaan pola-pola geometri seperti grid, simetri, dan repetisi memberikan ritme visual yang memperkuat kohesi komposisi. Repetisi bentuk seperti lingkaran dalam berbagai ukuran dapat menciptakan dinamika visual yang kuat. Fadilah (2020) menyatakan bahwa bentuk geometris memberi kedalaman visual dan rasa keteraturan dalam lukisan abstrak kontemporer.
Akhirnya, penerapan geometri dalam lukisan abstrak menunjukkan bahwa seni tidak selalu bertentangan dengan sains. Justru sebaliknya, pendekatan ilmiah melalui geometri mendukung kebebasan artistik dan rasionalitas visual dapat terjadi kolaborasi yang harmonis.
Geometri dalam lukisan abstrak bukan hanya untuk memperindah tampilan, tetapi juga berfungsi untuk menciptakan keseimbangan visual. Bentuk seperti garis, dan bidang membuat lukisan terlihat lebih teratur dan tidak berantakan. Seniman seperti Ahmad Sadali menggunakan bentuk geometris dalam karyanya untuk menampilkan rasa ketenangan dan kedalaman spiritual, sehingga karya tersebut tidak hanya indah secara visual namun juga bermakna secara emosional.
Selain itu, penggunaan geometri juga membantu penikmat seni dalam menikmati dan memahami karya abstrak. Karena bentuk-bentuk geometris terasa akrab dan mudah dikenali, mata kita bisa lebih madah mengikuti alur visual yang dibentuk oleh seniman. Dengan begitu, seni abstrak yang awalnya terlihat rumit bisa terasa lebih dekat dan mudah diterima.
(DAFTAR PUSTAKA: Abdullah, A. I. (2016). Mencari Keindahan dalam Catan Chuah Thean Teng: Kajian Awal Analisis Geometri. nternational on Creative Media, Design and Technology. -ArsipIvaa. (t.thn.). Diambil kembali dari digital archive of indonesian contemporarry art: https://archive.ivaa-online.org. -Darmawan, A. (2019). Eksplorasi Unsur Rupa dalam Seni Lukis Abstrak. Jurnal Seni Rupa Indonesia,, 89. -Ernawan, E. E. (2023). Perspektif Rasional Lukisan Abstrak di Era Kontemporer. Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 1305. -Fadilah, R. S. (2021). Pendidikan Karakter. [E-book]: Google Play Books. -Fadillah, R. (2020). Estetika Ekspresif dalam Lukisan Abstrak Modern. Jurnal Seni dan Desain, 88.
Fadillah, R. (2020). Estetika Ekspresif dalam Lukisan Abstrak Modern. Jurnal Seni dan Desain, 117. -Gozali, A. (2019). "Dimensi Spiritual dalam Seni Lukis Abstrak Kontemporer Indonesia: Sejarah dan Wacana.". Acintya Jurnal Penelitian Seni Budaya 11.1 , 1-15. -Hidayat, M. (2021). Penggunaan Bentuk Geometris dalam Komposisi Seni Lukis Abstrak. Jurnal Pendidikan Seni, 72. -Japar, M. Z. (2018). Implementasi Pendidikan Karakter. Lutfiah, S. H. I. & Setyaningrum (eds.): Jakad Media Publishing. -Khairi, A. I. (2021). Kajian Estetika Lukisan Realis Kontemporer Drs. Irwan, M. Sn. yang Berjudul di Ujung Tanduk. Gorga: Jurnal Seni Rupa 11.1, 141. -Putra Pamungkas, D. (2021). itik Dan Garis Sebagai Simbol Ekspresi Dalam Berkarya Seni Lukis. Artchive: Indonesia Journal of Visual Art and Design,, 107.
Ramadhan, D. (2020). Konstruksi Visual dalam Seni Lukis Abstrak Geometris dan Non-Geometris. Jurnal Ilmu Seni Rupa, 38. -Roebyanto, G. (2014). Geometri Pengukuran Dan Statistik. gunung samudra PT BOOK MART INDONESIA. -Sari, M. &. (2022). Respon Estetis Penikmat Seni Terhadap Elemen Geometris. Jurnal Estetika Nusantara,, 91. -slpress1100. (Dibuka 16 Juli 2024 ). https://pixabay.com/id/illustrations/abstrak-seni-lukisan-modern-591414/. -Suryana, D. (. (2019). Geometri dalam Seni Abstrak Kontemporer: Studi Kasus pada Karya Seni Rupa Modern Indonesia. Jurnal Budaya dan Seni Visual, Vol. 5 No. 2, 112-120. -Susato, M. (2018). Prinsip Penyusunan Elemen Seni. . Yogyakarta: ISI Yogyakarta. -Wibowo, T. (2018). Pendidikan Seni Rupa: Pengantar dan Praktik. Jurnal Edukasi dan Kebudayaan, 45.)
