Pelatihan Desain Grafis Dorong UMKM Tonjong Tampil Lebih Kreatif dan Kompetitif
.
Minggu, 20/07/2025, 16:32:48 WIB

...membekali peserta dengan keterampilan dasar desain grafis dan pemanfaatan alat digital seperti Canva...

TRANSFORMASI digital yang kian pesat menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, kini pelaku usaha juga dituntut mampu menampilkan produknya secara menarik dan profesional melalui visual branding.

Menyadari kebutuhan tersebut, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, menginisiasi pelatihan desain grafis bagi para pelaku UMKM dan pemuda Karangtaruna binaan dari Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 lalu, bertempat di Aula Balai Desa Linggapura. Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM berbagai sektor mulai dari kuliner, kerajinan, hingga pertanian turut serta dalam pelatihan yang berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dasar desain grafis dan pemanfaatan alat digital seperti Canva, aplikasi desain berbasis web yang ramah pengguna dan sangat cocok digunakan oleh pemula.

Para peserta diajak memahami prinsip dasar desain seperti pemilihan warna, tipografi, komposisi gambar, serta penerapannya dalam membuat materi promosi seperti poster, brosur, dan konten media sosial.

Dalam sesi praktik, antusiasme peserta sangat terasa. Mereka mencoba langsung membuat desain yang sesuai dengan karakter produk masing-masing. Meski sebagian besar belum memiliki latar belakang desain, namun hasil karya mereka cukup memukau. Sebagian peserta bahkan langsung mengunggah desain mereka ke media sosial untuk mempromosikan produk dagangan.

Salah satu peserta, Yuli, pelaku usaha makanan ringan, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. "Selama ini saya hanya pakai foto seadanya dan tulisan biasa di status WhatsApp. Tapi setelah belajar Canva, saya jadi bisa bikin gambar yang lebih menarik, ada logonya, warnanya juga serasi," tuturnya.

Tidak hanya memberikan materi teknis, pelatihan ini juga membangun kesadaran peserta tentang pentingnya konsistensi visual dalam membangun identitas merek. Dengan pemahaman ini, diharapkan setiap pelaku UMKM dapat memiliki ciri khas visual yang membedakan produk mereka dari kompetitor.

Koordinator pelatihan, Fuaida Nabyla dari Universitas Peradaban (UP) Bumiayu menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam memberdayakan masyarakat desa.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang di era digital. Salah satu jalannya adalah melalui penguatan identitas visual dan kemampuan promosi yang menarik,” ujarnya.

Evaluasi terhadap hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Rata-rata peserta yang semula tidak memahami prinsip desain kini mampu membuat konten promosi yang selaras dengan pesan dan karakter produknya. Skor post-test peserta juga meningkat dari 45% menjadi 82%.

Selain pembelajaran teknis, pelatihan juga mendorong lahirnya semangat kolaborasi antar peserta. Mereka saling bertukar ide, berdiskusi, dan memberikan masukan satu sama lain. Hal ini menjadi benih tumbuhnya komunitas kreatif lokal yang diharapkan bisa berlanjut dan berkembang di luar forum pelatihan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di wilayah rural seperti Tonjong dapat tampil lebih percaya diri dalam bersaing di pasar digital. Dengan bekal keterampilan desain grafis dan pemahaman branding yang kuat, produk-produk lokal akan lebih siap menembus pasar yang lebih besar.

Pelatihan ini membuktikan bahwa teknologi sederhana, jika didukung pelatihan yang tepat, dapat menjadi pintu masuk menuju kemandirian dan daya saing ekonomi kreatif di desa. UMKM pun tak lagi tertinggal, tetapi justru bisa tampil lebih inovatif dan kompetitif.