Satu Minggu Usai Sedekah Laut, Kapal Nelayan Tegal Kembali Terbakar. Kerugian Milyaran Rupiah
LAPORAN JOHARI
Senin, 14/07/2025, 14:32:04 WIB
KM Marga Mulya terbakar di Pelabuhan Tegal

PanturaNews (Tegal) - Satu minggu usai Sedekah Laut, kebakaran kapal kembali terjadi di Pelabuhan Tegal. Sebuah kapal nelayan berukuran 80 Gross Tonnage (GT) ludes terbakar di Pelabuhan PT Pelindo Tegal, Senin 14 Juli 2025, pukul 11.00 WIB.

Kapal bernama KM Marga Mulya tersebut berjenis Jaring Tarik Berkantong (JTB) atau dulunya dikenal kapal cantrang. Kapal tersebut terbakar hingga hangus secara keseluruhan. 

Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Susanto Agus Priyono mengatakan, kapal nelayan yang terbakar berjenis JTB dengan ukuran 80 GT. Kapal tersebut milik pengusaha Haji Paing.

Dia belum mengetahui penyebab kebakaran, tetapi untuk kerugian kapal hangus secara total mencapai Rp 3 miliar- Rp 4 miliar.

"Ledakan sejauh ini saya belum mendengar. Kami belum mendapatkan keterangan apapun," kata Susanto yang juga anggota DPRD Kota Tegal. 

Susanto mengaku, prihatin dengan kejadian kebakaran kapal nelayan yang sering terjadi di Kota Tegal. Pasalnya, dalam satu bulan ini sudah terjadi tiga kali kebakaran di Pelabuhan PT Pelindo dan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari.

"Pertama kebakaran yang menghanguskan belasan sepeda motor terparkir, lalu kebakaran KM Timbul Barokah I, dan saat ini KM Marga Mulya," ujar Susanto.

"Kita prihatin karena ini belum satu bulan ada tiga kali kebakaran. Ini Pemerintah Kota Tegal bersama masyarakat dan dinas terkait harus bisa memikirkan ini," imbuhnya.

Menurut Susanto, harus ada evaluasi agar kebakaran ini menjadi yang terakhir kali. Jika perlu ada pos pemadam kebakaran yang khusus berada di Pelabuhan Kota Tegal. 

"Harusnya ada pos pemadam, karena ini sudah menjadi kebutuhan," ujarnya. 

Kepala Satpol PP Kota Tegal, Hartoto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran sekira pukul 11.00 WIB.

Dia langsung mengirimkan empat armada mobil pemadam kebakaran, kemudian mendapatkan bantuan dua armada dari Kabupaten Brebes.

"Api berhasil kami padamkan sekira pukul 13.00. Selanjutnya proses pendinginan oleh petugas," katanya.

Hartoto mengatakan, kesulitan saat pemadaman yaitu kapal bergeser karena anginnya cukup besar.

Tetapi ia bersyukur, kapal yang semula berada di tengah bersama kapal lainnya dapat dievakuasi ke pinggiran oleh warga dan petugas TNI Polri.

"Kapal yang terbakar hanya satu. Semua berjalan lancar," jelasnya.

Sebelumnya, satu hari jelang Sedekah Laut, sebuah kapal nelayan berukuran di atas 100 gross tonnage (GT) KM Timbul Barokah I, mengalami kebakaran di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Minggu 06 Juli 2025, sekitar pukul 16.00 WIB.