Pentas Seni Budaya Brebes Sedot Perhatian di Anjungan TMII Lewat Kisah Ki Gede Muniba
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 13/07/2025, 21:44:20 WIB
Pentas Seni Budaya Brebes Sedot Perhatian di Anjungan TMII Lewat Kisah Ki Gede Muniba

PanturaNews (Jakarta) — Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) setempat, menggelar Pentas Duta Seni, di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu (13/7/2025). 

Acara yang menampilkan pertunjukan kolosal Sendratari dan Musik (Sendra Tasik) berjudul "Ki Gede Muniba" ini, sukses menyedot perhatian banyak pengunjung, termasuk masyarakat Brebes yang merantau di Jakarta.

Pentas seni ini mengangkat kisah legendaris tentang Ki Gede Muniba, seorang tokoh yang dianggap sebagai pendiri Desa Dumeling di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. 

Dalam cerita rakyat tersebut, Muniba adalah seorang pelarian dari Jepara yang kemudian membangun desa menjadi makmur dan berjaya. 

Salah satu bagian paling menarik dalam cerita adalah saat Muniba berhasil mengalahkan dua ular berkepala kerbau, Lembudana dan Lembudini, yang mengancam keselamatan anak-anak desa.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, yang turut hadir dalam acara ini, mengungkapkan rasa bangganya terhadap pagelaran seni tersebut. 

"Pentas ini sangat luar biasa dan seru. Saya baru mengetahui bahwa cerita rakyat Dumeling ternyata memiliki kisah yang sangat menarik. Ini adalah cara yang baik untuk memperkenalkan sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat luas," ujarnya.

Acara tersebut juga mendapat sambutan positif dari Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sarido.

Ia mengatakan bahwa Pemkab Brebes sudah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

"Kami sangat mendukung upaya Pemkab Brebes dalam menjaga keberadaan budaya lokal, terutama yang melibatkan generasi muda," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Mokhammad Taufiq, yang juga berasal dari Desa Dumeling, menambahkan bahwa kisah Ki Gede Muniba memiliki nilai sejarah yang sangat penting untuk disampaikan kepada publik.

"Selain sebagai hiburan, pentas ini juga menyampaikan pesan moral dan sejarah yang dalam. Saya berharap tahun depan ada cerita rakyat lainnya yang bisa diangkat dari berbagai kecamatan di Brebes," ucapnya.

Pentas seni ini juga membuktikan bahwa kesenian tradisional, yang biasanya terkesan kuno, bisa tetap relevan dan menarik dengan pendekatan yang modern dan kreatif.