Wamentan Ajak Desa Lain di Indonesia Tiru Inovasi Koperasi Desa Merah Putih di Brebes
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 29/06/2025, 23:20:25 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja saat melakukan kunjungan kerja di Desa Sidamulya

PanturaNews (Brebes) — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, mengajak desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk meniru keberhasilan yang telah dicapai oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sudaryono menilai, konsep koperasi berbasis potensi lokal seperti yang diterapkan di Desa Sidamulya dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Keberhasilan KDMP Sidamulya yang mengolah bawang merah menjadi produk bernilai tambah dan dipasarkan hingga ke pasar internasional adalah contoh konkret bagaimana koperasi dapat mengubah nasib petani dan meningkatkan perekonomian desa. 

Saya berharap desa-desa lain bisa mengikuti jejak ini," ujar Sudaryono saat kunjungannya ke Desa Sidamulya pada Sabtu (28/6/2025).

Menurut Sudaryono, penting bagi setiap koperasi desa untuk fokus pada pengembangan potensi unggulan lokal, seperti komoditas pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan. 

Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, lanjut Sudaryono, koperasi dapat menciptakan nilai tambah yang tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.

Inovasi Produk Bawang Merah

Salah satu contoh keberhasilan yang paling menonjol di Desa Sidamulya adalah pengolahan bawang merah yang tidak hanya dijual dalam bentuk segar. 

Melainkan juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti minyak bawang, pasta, dan bawang merah crispy yang diekspor ke beberapa negara.

Manajemen Penyimpanan untuk Kestabilan Harga

Selain itu, Sudaryono juga menyoroti pentingnya manajemen penyimpanan yang baik untuk komoditas pertanian, khususnya bawang merah. Di Brebes, misalnya, penerapan sistem cold storage untuk penyimpanan bawang merah menjadi solusi untuk mengatasi fluktuasi harga di pasar. 

"Dengan menggunakan cold storage, petani bisa menunda penjualan bawang merah saat harga turun, sehingga mereka bisa mendapatkan harga yang lebih stabil," terang Sudaryono.

Keberhasilan KDMP Sidamulya, kata Sudaryono, menjadi salah satu contoh nyata dari program pemerintah yang berkomitmen untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. 

Pemerintah, imbuh Sudaryono, melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, mendorong pembentukan KDMP di 80.367 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. 

Sudaryono menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan terus mendukung pembentukan koperasi yang mengedepankan potensi lokal dan memberdayakan masyarakat desa.

"Bukan hanya di Brebes, di seluruh Indonesia, kita ingin melihat lebih banyak desa yang bisa menciptakan inovasi seperti yang dilakukan oleh Desa Sidamulya. Koperasi desa yang sukses dapat menjadi motor penggerak bagi perekonomian lokal, dan lebih penting lagi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Sudaryono.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengungkapkan, bahwa di wilayah Jawa Tengah, KDMP Merah Putih telah memberikan dampak signifikan.

Termasuk di Desa Sidamulya yang telah menjalankan unit usaha, salah satunya pengolahan bawang merah menjadi produk bernilai tambah, seperti seasoning oil, pasta, dan bawang merah crispy yang diekspor ke beberapa negara.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengatakan, Pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap keberhasilan KDMP Sidamulya. 

"Kami akan terus mendukung dan memperluas model koperasi ini, dengan harapan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Brebes dan Indonesia," kata Bupati Brebes yang akrab disapa Mba Mitha ini.

Bupati mengatakan, bahwa Brebes merupakan kabupaten kedua setelah Pati yang telah 100 persen membentuk KDMP Merah Putih di 279 desa/kelurahan. 

Pemkab Brebes, kata Bupati, akan terus berupaya untuk membuka akses dan mengembangkan potensi bisnis bawang merah sebagai produk unggulan secara berkelanjutan melalui penguatan peran KDMP Merah Putih dalam menjalankan bisnisnya.

Sementara, Young Ambassador Petani Millenial dan pengelola pengolahan bawang merah KDMP Sidamulya,Dienda Lora Buana, menjelaskan bahwa hilirisasi produk pertanian ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual. 

“Kami tidak hanya ingin petani mendapatkan harga yang adil, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan mengolah bawang merah menjadi berbagai produk olahan, kami bisa meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja di desa,” ujar Dienda.