Larung Sesaji dan Doa Laut, Beginilah Warga Asemdoyong Rayakan Tradisi Baritan
.
Kamis, 26/06/2025, 15:34:58 WIB

PanturaNews (Pemalang) – Warga Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, kembali menggelar tradisi Baritan atau Sedekah Laut sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki dari hasil laut. 

Tradisi yang berlangsung turun-temurun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), ini dipenuhi dengan berbagai prosesi adat, seperti doa bersama dan larung sesaji ke laut.

Sejak pagi, ratusan warga berkumpul di pesisir pantai untuk mengikuti rangkaian acara. Sesaji berupa makanan, hasil bumi, dan kepala kerbau diletakkan di atas perahu kecil, lalu dilarung ke laut sebagai simbol persembahan dan doa keselamatan bagi para nelayan.

"Tradisi yang digelar menyambut bulan Muharram atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa, ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan keberkahan dan rezeki kepada masyarakat kami yang sebagian besar adalah nelayan," ujar M. Ridwan, tokoh masyarakat yang juga warga desa setempat, Kamis (26/6/2025).

Ia menjelaskan, Baritan bukan sekadar ritual, melainkan juga warisan budaya yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. 

Tradisi ini, menurutnya, perlu dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

“Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan. Supaya anak cucu kita tahu bahwa kita punya budaya yang luar biasa dan penuh makna,” katanya.

Tak hanya menjadi sarana spiritual, Baritan juga bertujuan mempererat silaturahmi antarwarga. Banyak penduduk perantauan yang pulang kampung untuk turut serta dalam perayaan ini. 

Selain itu, kegiatan ini turut menarik perhatian wisatawan lokal yang ingin menyaksikan langsung kekayaan budaya pesisir Jawa Tengah.