![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Dalam enam bulan terakhir, sebanyak 40 warga dinyatakan positif HIV/AIDS, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun.
Data tersebut disampaikan oleh Teguh Winarso, petugas lapangan sekaligus pendamping pasien dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pemalang.
Teguh mengatakan, sebagian besar pasien baru berada dalam usia produktif, dan ada pula yang masih berstatus pelajar.
“Kasus terbaru termasuk anak sekolah usia 17 tahun. Ia berasal dari kelompok laki-laki penyuka sesama jenis,” kata Teguh kepada awak media Rabu (25/6/2025).
Menurut Teguh, dari 40 kasus yang tercatat sejak Januari hingga Juni 2025, 60 persen adalah laki-laki, dan 40 persen di antaranya merupakan kaum gay. Sementara 20 persen lainnya adalah laki-laki yang sering berganti pasangan atau berhubungan dengan pekerja seks komersial (PSK).
KPA menilai kondisi ini sebagai fenomena gunung es.
"Yang terdeteksi hanya sedikit. Kemungkinan besar jumlah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang sebenarnya jauh lebih banyak," ujarnya.
Sejak tahun 2022, total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pemalang sudah mencapai sekitar 600 orang, dan terus bertambah tiap tahun.
Teguh menambahkan bahwa lonjakan kasus di kalangan remaja dan kaum muda menjadi peringatan serius.
Untuk itu, pihaknya mendorong adanya edukasi kesehatan seksual yang lebih masif, serta layanan tes HIV yang lebih mudah diakses, terutama oleh kelompok rentan.