Kurikulum Merdeka: Benarkah Membebaskan Guru dan Siswa?
.
Minggu, 01/06/2025, 13:57:51 WIB
-

IMPLEMENTASI Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan. Salah satunya dengan cara memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih materi ilmu yang ingin mereka dalami.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Kemendikbudristek), Wartanto mengatakan Kurikulum Merdeka sesungguhnya memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada peserta didik memilih materi pembelajaran.

"Dengan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran akan lebih maksimal sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya," jelas Wartanto saat kunjungan kerja terkait Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (4/8).

 -Apa Itu Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memungkinkan peserta didik untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan kemampuannya. Bisa dikatakan, kurikulum ini cenderung mengutamakan pembelajaran intrakurikuler.

Jadi, peserta didik tidak hanya bisa mengambil mata pelajaran (mapel) IPA saja, melainkan juga dapat mempelajari lintas mapel seperti IPS dan sebaliknya. Dengan begitu, peserta didik bisa mendalami konsep dan meningkatkan kompetensinya. Selain itu, guru juga mendapat keleluasaan untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas, sambil mempertimbangkan kebutuhan dan lingkungan belajar siswa.

-Apakah Kurikulum Merdeka Memerdekakan guru?

Kurikulum ini memberikan ruang yang sangat luas bagi seorang guru guna mengembangkan pembelajaran yang bermutu agar dapat menghasilkan generasi yang terdidik, dan dapat bersaing secara globlal sehingga meningkatkan kualitas pendidikan (Hasibuan, 2022).

Salah satu guru yang mengakui bahwa ada harapan besar terhadap telah diterapkannya Kurikulum Merdeka, yakni terwujudnya anak didik yang berakhlak mulia, jujur, cerdas, unggul, inovatif, kreatif, berkarakter Indonesia, berdaya saing tinggi, dan memiliki spirit nasionalisme kebangsaan yang bagus serta mampu beradaptasi dengan kehidupan global.

Guna mewujudkan harapan tersebut diperlukan peran dari kepala sekolah. Sebagai pemimpin pembelajaran untuk mampu menggerakkan semua komponen yang ada di sekolah sebagai agen perubahan yang menjadi sentral adalah memberikan pelayanan prima kepada peserta didik, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal.

-Apakah Kurikulum Merdeka Memerdekakan Siswa?

Kurikulum Merdeka memang membawa angin segar dalam sistem pendidikan Indonesia, terutama dalam memberikan kebebasan dan ruang eksplorasi bagi siswa. Namun, untuk mencapai tujuan ini, masih ada berbagai tantangan yang perlu diatasi. Kurikulum bisa memerdekakan siswa dalam belajar jika didukung dengan infrastruktur yang memadai, guru yang siap, dan sistem evaluasi yang sesuai.

Di tengah tantangan ini, harapannya Kurikulum Merdeka dapat mengantarkan siswa Indonesia untuk menjadi individu yang kritis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global.

(Daftar Pusaka: -https://www. kemdikbud.go.id/main/blog/2022/08/kurikulum-merdeka-beri-kebebasan-siswa-memilih-materi-pembelajaran. -Windayanti, W., Afnanda, M., Agustina, R., Kase, E. B., Safar, M., & Mokodenseho, S. (2023). Problematika guru dalam menerapkan kurikulum merdeka. Journal on Education, 6(1), 2056-2063. -https://opini.ukwms.ac.id/apakah-kurikulum-merdeka-benar-benar-memerdekakan-siswa/)