Pengembangan Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar Melalui Kurikulum 2013
.
Senin, 12/05/2025, 18:43:42 WIB

KURIKULUM adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh seseorang pelari dari garis start sampai dengan garis finish, untuk memperoleh mendali atau penghargaan.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan secara seimbang dan berjalan secara integratif (Sagi Winoto 2017). Pada kurikulum ini sendiri lebih menekan kan anak untuk memiliki karakter yang baik

Pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terancana untuk mendidik dan memberdayakan potensi anak didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu  yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Bisa dikatakan bahwa pendidikan karakter merupakan saling berkaitan terhadap pendidikan moral, dimana tujuannya untuk membentuk karakter dan kepribadian anak menjadi lebih baik.

Karakter sebagai watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini, dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap, dan bertindak (Nashir;2013).

Bicara tentang karakter anak SD pada kurikulum 2013 merupakan sesuatu yang sudah pernah dijalankan dan diterapkan di pada kurikulum 2013, dimana isi dari kurikulum tersebut bukan hanya tentang aspek kongnitif tapi juga mengajarkan dan menekankan anak untuk memiliki karkter yang baik.

Dan juga anak belajar tentang nilai-nilai keaagamaan di setiap mata pelajaran nya seperti guru mengajarkan anak untuk taat kepada sang penciptanya, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, gotongroyong serta kedisiplinan.

Misalnya pada pembelajaran matematika anak tersebut bukan hanya belajar mengitung penjumlahan, pembagian, dan perkalian tapi anak juga diajarkan untuk bersikap jujur dalam menyelesaikan soal yang telah diberikan serta bertanggung jawab atas tugas nya yang telah diberikan.

Sudah sangat sering kita jumpai bahwa anak anak sekarang tidak memiliki karakter yang baik. Contohnya seperti anak-anak ramai sendiri ketika sedang di terangkan oleh gurunya, maka dari itu dalam kurikulum tiga belas mengajarkan dan menekankan karkter yang baik bagi anak, karena karakter yang baik dapat membuat anak lebih mudah mencapai tujuan hidupnya.

Adapun cara-cara bagi orang tua dan guru dalam menamkan karater yang baik bagi anak yaitu sebagai berikut:

-1. Ajarkan anak menggunakan bahasa yang baik sejak kecil tidak mengunakan bahasa kebun binatang.

-2. Memberikan contoh yang baik untuk anak seperti berkata jujur.

-3. Guru bisa bercerita tentang kisah-kisah inspiratif maupun pengalaman bagi anak dengan seperti itu anak dapat berfikir positif dan ingin menjadi orang yang seperti guru nya ceritakan.

-4. Guru dapat menyisipkan pesan dan moral yang baik saat pembelajaran.

Jadi menurut saya penerapan pendidikan karakter di sekolah sangat penting bukan hanya melalui kurikulum tiga belas tetapi bisa melalui kurikulum meredeka mapun kurikulum yang akan di perbaruhi nannti. Karena sekolah merupakan wadah utama untuk mengedukasi siswa mengenai apa itu pendidikan karakter.

Selain menerapkan dalam materi pembelajaran menanamkan karakter juga bisa diterapkan melalui kegiatan-kegiatan yang ada disekolah maupun di lingkungan rumah. Baik selama proses pembelajaran atau kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sd.

Ekstrakulikuler yang dapat digunakan yaitu pramuka. Dalam ekstrakulikuler ini, guru mempunyai peran yang sangat berpengaruh besar untuk dapat mengembangkan karkter anak disekolah. Selain itu juga guru harus mengenal dan pemiliki tentang bagaimana karakter yang baik itu terutama yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun kegiatan sekolah

Karena dari itu, dengan menanamkan karakter yang baik sejak sekolah dasar melalui pendidikan karaketer dalam kurikulum tiga belas, dapat diharapkan siswa sebagai generasi emas dapat memiliki karakter yang baik kediri sendiri maupun ke orang lain.