Bank Brebes Torehkan Sejarah, Pertama Kali Raih BUMD Award Nasional
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Senin, 28/04/2025, 22:04:21 WIB

PanturaNews (Jakarta) — PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Brebes (Perseroda), lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Brebes, meraih penghargaan BUMD Award 2025. 

Ini menjadi kali pertama Bank Brebes mendapatkan pengakuan nasional atas kinerja dan kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, kepada Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bersama Direktur Utama Bank Brebes, Dadan Hardiana Agustina, serta Direktur Umum, Supriyanto Gusta, di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (28/4/2025).

"Ini kali pertama Bank Brebes mendapatkan BUMD Award. Semoga penghargaan ini menjadi pemacu agar semakin kokoh, sukses, dan berdaya saing," ujar Bupati Paramitha seusai acara penganugerahan.

Bank Brebes dinilai sebagai BUMD yang berprestasi dan sehat. Kinerja perusahaan selama periode Januari hingga September 2024 menjadi dasar penilaian, mencakup aspek permodalan, rasio kredit bermasalah (NPL), pertumbuhan kredit, tabungan, hingga laba.

Sebagai bank milik daerah, Bank Brebes diharapkan mampu terus meningkatkan peran dalam mendukung perekonomian lokal. 

Bupati menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan program yang berpihak pada masyarakat. 

"Seluruh direksi hingga staf harus bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujarnya.

Bank Brebes juga diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes, dengan memanfaatkan potensi lokal seperti sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Direktur Utama PT BPR Bank Brebes (Perseroda), Dadan Hardiana Agustina, menyampaikan bahwa institusinya kini tengah dalam proses transformasi menjadi perusahaan yang adaptif dan kompetitif. 

Ia memaparkan lima strategi utama untuk penguatan bank ke depan.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan penilaian berbasis indikator kinerja utama (KPI). 

Kedua, penguatan bisnis melalui sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan dana sesuai regulasi. 

Ketiga, pengembangan produk pembiayaan modal usaha bagi pelaku UMKM. Keempat, digitalisasi layanan dan promosi produk untuk memperluas jangkauan. 

Terakhir, penanganan kredit bermasalah dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Brebes dan KPKNL, setelah upaya penanganan internal.

“Kami menargetkan pertumbuhan aset, penurunan NPL, serta peningkatan tingkat kesehatan bank. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah,” tutur Dadan.