Rumah Roboh di Paguyangan Brebes, 2 Warga Luka dan 9 Jiwa Mengungsi
LAPORAN TIM PANTURANEWS
Sabtu, 08/03/2025, 23:04:27 WIB

PanturaNews (Brebes) – Sebuah rumah roboh di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Jumat 7 Maret 2025, mengakibatkan dua warga luka-luka dan sembilan jiwa dari dua keluarga terpaksa mengungsi. 

Rumah yang terletak di Dukuh Pesanggrahan, Desa Kretek, hancur akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam, membuat bangunan tidak mampu bertahan.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB, saat hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan kerusakan parah pada rumah milik Torik (56). 

Rumah berukuran 5x7 meter ini ambruk di bagian tembok dan atap, menimpa anaknya, Isna (23), yang langsung dilarikan ke Puskesmas Paguyangan.

Selain rumah Torik, reruntuhan juga mengenai rumah Wasis (48) yang berada di bawahnya, menyebabkan atapnya ambrol dan melukai kepala Wasis. Dua keluarga tersebut kini mengungsi ke rumah saudara terdekat.

Begitu menerima laporan, tim BPBD Kabupaten Brebes segera menuju lokasi kejadian. Koordinator BPBD Wilayah Brebes Selatan, Budi Sujatmiko, menjelaskan bahwa tim langsung mengevakuasi korban dan mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. 

Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutuskan aliran listrik guna menghindari potensi bahaya lebih lanjut.

"Begitu kami mendapat laporan, tim langsung turun ke lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik. Ini agar tidak membahayakan warga," ujar Budi Sujatmiko pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Sebagai langkah darurat, BPBD menyalurkan bantuan berupa dua paket bantuan dari BNPB dan satu terpal untuk menutup atap rumah yang rusak. 

Selain itu, tim juga membongkar bagian bangunan yang masih berisiko roboh untuk mencegah terjadinya kecelakaan lebih lanjut.

Proses pembersihan puing-puing terus dilakukan dengan bantuan relawan dan warga setempat. 

Budi Sujatmiko menyebutkan bahwa kondisi rumah yang sudah tua dan rapuh menjadi salah satu penyebab utama robohnya bangunan tersebut.

“Curah hujan yang tinggi memang menjadi pemicu, tetapi kondisi bangunan yang sudah rapuh memperparah dampaknya. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi yang tinggal di rumah tidak layak huni,” katanya.

Relawan dari berbagai organisasi turut membantu proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan. Selain itu, warga setempat juga bekerja sama dengan gotong royong untuk memastikan lingkungan tetap aman.

BPBD Kabupaten Brebes terus memantau kondisi di lokasi untuk mencegah dampak lebih lanjut, terutama jika hujan deras kembali terjadi. 

Budi mengingatkan warga yang rumahnya sudah tidak layak huni untuk segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD.

"Jangan menunggu sampai terjadi musibah, karena keselamatan warga adalah yang utama," tandasnya.