![]() |
![]() |
|
PanturaNews (Brebes) - Ruas Jalan Kelampok-Wanasari menjadi saksi bisu bentrokan berdarah antar kelompok gengster di Kabupaten Brebes, Jawa Tngah, Minggu dini hari, 23 Februari 2025.
Di tengah kerusuhan itu, seorang pemuda bernama Arfian (24), justru menjadi korban saat berusaha membubarkan kelompok tersebut. Bukannya berhasil meredam aksi brutal, ia malah terkena sabetan senjata tajam dari salah satu pelaku, Supendi (24), yang kini telah diamankan polisi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun mengungkap bahwa insiden ini bukan sekadar bentrok biasa. Peristiwa bermula dari kesepakatan dua kelompok gengster untuk bertemu di Jalan Kelampok-Wanasari.
Bahkan, informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua kelompok ini telah lama berseteru dan sering terlibat bentrokan di berbagai titik di Brebes.
Namun, sebelum mencapai lokasi yang dijanjikan, kelompok Supendi justru berhadapan dengan warga. Alih-alih menghindari konfrontasi, mereka malah menyerang.
“Bukannya membubarkan diri, pelaku justru menyerang warga dengan senjata tajam,” ujar Kapolsek Wanasari Iptu Joko W, Rabu 26 Februari 2025.
Arfian, yang kebetulan berada di lokasi, mencoba menengahi. Namun, upayanya justru berujung tragis. Ia mengalami luka serius di kepala, tangan, dan lutut akibat sabetan senjata tajam. Warga yang melihat kejadian itu segera membawanya ke RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah insiden tersebut, warga yang geram sempat menghajar Supendi. Namun, nyawanya selamat setelah beberapa warga lainnya mengevakuasi ke sebuah musala terdekat sebelum polisi tiba.
“Sempat hampir dimassa, tapi berhasil diamankan oleh warga lain. Setelah itu, anggota Reskrim Polsek Wanasari langsung membawa pelaku ke Polsek untuk dimintai keterangan yang selanjutnya di pindah ke rumah tahanan Polres Brebes,” kata Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan polisi, Supendi mengakui bahwa dirinya dalam kondisi mabuk setelah berpesta minuman keras sebelum kejadian.
“Sebelum melakukan aksi sempat minum minuman keras, iya, saya pelakunya yang menyabetkan sajam ke warga,” kata Supendi saat diperiksa penyidik.
Gengster di Brebes belakangan ini mengalami peningkatan aktivitas, terutama di kalangan remaja dan pemuda. Bentrokan antar kelompok semakin sering terjadi, dengan senjata tajam sebagai alat utama.
Fenomena ini diduga terkait dengan peredaran minuman keras dan faktor sosial-ekonomi yang memicu rekrutmen anggota baru. Insiden di Wanasari hanya salah satu potret dari meningkatnya kriminalitas jalanan di Brebes.
Para pelaku, kebanyakan masih berusia belasan hingga awal 20-an, terlibat dalam kekerasan yang tidak jarang berujung maut. Masyarakat resah, namun belum ada langkah konkret yang benar-benar menekan laju gengster di wilayah ini.
Polisi kini masih mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya provokator yang mengatur aksi bentrokan tersebut. Sementara itu, warga berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang di jalanan Brebes.