![]() |
|
|
DIGITALISASI telah menjadi aspek penting dalam dunia bisnis modern, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar acara bertajuk "Empowering UMKM: Digitalisasi dan Penguatan Komunitas" di Balai Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Acara ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM memahami strategi pemasaran digital dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan visibilitas usaha. Dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan, acara ini menjadi momentum penting bagi kemajuan desa menuju era digital.
Transformasi digital tidak bisa dilakukan sendiri, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, dan pelaku usaha. Acara ini menghadirkan berbagai tamu spesial yang memberikan dukungan serta berbagi wawasan tentang pentingnya digitalisasi:
-1. Pak Sutarko, perwakilan Kepala Desa, yang menyoroti bagaimana digitalisasi dapat memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan warga.
-2. Ibu Kadus Kaligintung, serta perangkat desa Ibu Fajariyah dan Pak Deddy, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini dan berharap bisa merealisasikan lebih banyak kegiatan serupa di masa depan.
-3. Mas Agung Ketua RKDD (ruang komunitas digitalisasi desa). Kolaborasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya tugas individu, tetapi upaya bersama yang dapat membawa perubahan besar bagi UMKM di desa.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, acara ini menghadirkan tiga pemateri utama:
-1. Yosafat Dimas Prayoga (Anggota RKDD), Menjelaskan bagaimana UMKM berkembang melalui dukungan edukasi, teknologi, dan pemasaran berbasis digital.
-2. Ega Dany Pratama (Mahasiswa KKN Universitas Peradaban), Memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran digital dan cara membuat pamflet profesional menggunakan Canva, sehingga UMKM dapat mempromosikan produknya dengan lebih efektif.
-3. M. Irfan Rizqi Nurhada (Mahasiswa KKN Universitas Peradaban), Mengajarkan cara mendaftarkan usaha di Google Maps serta strategi mengoptimalkan media sosial agar usaha lebih mudah ditemukan pelanggan.
Dengan kombinasi teori dan praktik langsung, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru tetapi juga keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam usaha mereka.
Mengapa Digitalisasi Penting bagi UMKM?
Dalam diskusi interaktif, para peserta berbagi pengalaman mereka dalam menjalankan usaha di era yang semakin digital. Beberapa tantangan yang sering mereka hadapi antara lain:
-1. Kurangnya pemahaman tentang pemasaran digital, Banyak pelaku UMKM yang masih mengandalkan metode promosi konvensional seperti dari mulut ke mulut.
-2. Kesulitan dalam membuat materi promosi yang menarik, Tidak semua pelaku UMKM memiliki keterampilan desain atau akses ke jasa desain profesional.
-3. Belum memanfaatkan Google Maps dan media sosial secara optimal, Banyak UMKM belum terdaftar di platform digital, sehingga sulit ditemukan oleh pelanggan baru.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan solusi praktis untuk mengatasi kendala tersebut. Mereka diajarkan cara membuat pamflet digital yang menarik, serta bagaimana meningkatkan kehadiran online mereka melalui Google Maps dan media sosial.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM bukan lagi pilihan, tetapi sebuah kebutuhan. Dengan adanya dukungan dari mahasiswa KKN dan perangkat desa, diharapkan program ini bisa berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM.
Menurut Pak Sutarko, kegiatan seperti ini harus menjadi bagian dari program berkelanjutan di desa. "Kami melihat betapa besar dampaknya bagi pelaku usaha lokal. Jika diterapkan secara konsisten, digitalisasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa," ujarnya.
Di sisi lain, para mahasiswa KKN Universitas Peradaban yang menjadi penyelenggara acara ini juga berharap agar ilmu yang mereka bagikan bisa terus diterapkan oleh masyarakat. "Kami senang melihat antusiasme peserta dalam belajar hal-hal baru. Semoga ke depannya, UMKM desa bisa semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat," ujar Ega Dany Pratama, salah satu pemateri.
Kesuksesan acara ini membuktikan bahwa dengan edukasi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, UMKM di desa bisa semakin maju. Transformasi digital bukan hanya tentang menggunakan teknologi, tetapi juga tentang mengubah pola pikir dan cara beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan Desa Cilibang bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
"Bersama-sama, kita bangun desa digital yang maju dan memberdayakan!"
