Seorang Anak Polisikan Ayah dan Kakak Kandung Setelah Tiga Tahun Ibu Jadi Korban KDRT
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 12/02/2025, 17:52:57 WIB

PanturaNews (Brebes) - Seorang pemuda asal Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Arjuna (31), melaporkan kedua anggota keluarganya, yakni ayah dan kakak kandungnya, ke Polres Brebes atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap ibu mereka, LS (55). 

Arjuna datang ke Markas Polres Brebes pada Rabu, 12 Februari 2025, dengan didampingi oleh sejumlah anggota organisasi masyarakat Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Brebes.

Arjuna menyatakan bahwa laporan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya mengadukan kasus yang sama pada 20 Januari 2025. 

Namun, meskipun laporan pertama sudah dilayangkan, belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian. 

“Sudah pernah lapor 20 Januari 2025. Ini laporan yang kedua kali. Waktu itu diwawancarai ditanya di atas (ruang pemeriksaan), terus sudah. Pas laporan ada bukti video CCTV,” ujar Arjuna dengan tegas.

Dalam pengaduannya, Arjuna menyebutkan bahwa ibunya telah menjadi korban KDRT selama tiga tahun terakhir. Kekerasan yang dilakukan oleh ayah dan kakaknya itu bahkan terjadi hampir setiap hari, dengan sang ibu sering dipukuli oleh pelaku.

"Jadi kejadian itu berulang-ulang terus. Sudah bisa dibilang hampir setiap hari sering dipukulin. Sudah sejak 3 tahun," kata Arjuna.

Untuk mendukung laporan tersebut, Arjuna kembali membawa sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman video CCTV yang menunjukkan kekerasan yang terjadi. 

Tak hanya itu, Arjuna juga menunjukkan bukti luka-luka pada tubuh ibunya, LS, yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Brebes. 

"Ibu sedang dirawat. Awal mula jatuh dari tempat tidur ditarik dipukul ke tembok," jelas Arjuna.

Hingga saat ini, Arjuna belum mengetahui alasan pasti mengapa ayahnya, MS, tega melakukan kekerasan terhadap istrinya, terutama karena pelaku kekerasan tersebut juga didukung oleh kakaknya, BS. 

"Harapannya agar jangan sampai terjadi lagi. Karena ini menyangkut nyawa ibu saya," ungkap Arjuna.

Kini, Arjuna yang masih didampingi oleh anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Brebes, sedang menjalani proses pemeriksaan sebagai pelapor di Polres Brebes. Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.