![]() |
|
|
MEMBUAT briket dari limbah kayu secara manual merupakan solusi hemat biaya untuk memanfaatkan limbah kayu, dengan potensi sumber daya alam berupa kayu yang melimpah memiliki peluang besar untuk memanfaatkan menjadi sebuah bahan bakar yaitu briket sebagai bahan alternatif sumber energi ramah lingkungan.
Pembuatan briket secara sederhana dan manual, dapat dilakukan dengan beberapa tahapan persiapan berikut:
-1. Pengumpulan dan Pemilihan Bahan Baku Kayu
Tahap awal yang krusial adalah pengumpulan kayu. Kayu yang ideal untuk pembuatan briket adalah kayu sisa pertanian, ranting, atau kayu berkualitas rendah yang biasanya terbuang sia-sia. Hindari penggunaan kayu yang mengandung getah berlebihan karena dapat mengganggu proses pengeringan dan pembakaran.
Kayu yang dikumpulkan perlu dibersihkan dari tanah, batu, dan kotoran lainnya. Ukuran kayu juga perlu diperhatikan, sebaiknya dipotong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil untuk mempermudah proses selanjutnya.
-2. Pembakaran Kayu Menjadi Arang
Tahap ini merupakan proses awal membuat arang briket, kayu dibakar untuk mengahasilkan arang. Proses ini membutuhkan tungku yang di rancang untuk membakar kayu tanpa adanya aliran udara.
-3. Penghancuran Arang
Arang yang dihasilkan dari proses pembakaran kemudian dihancurkan menjadi serbuk halus. Proses penghancuran bisa menggunakan mesin penghancur atau secara manual dengan menumbuk arang.
-4. Pencampuran arang
Serbuk arang dicampur dengan bahan pengikat, seperti tepung tapioka atau pati, untuk meningkatkan kekuatan dan kepadatan briket. Proses pencampuran harus dilakukan secara merata agar briket memiliki komposisi yang seragam. Meskipun briket dapat dibuat tanpa bahan pengikat, penambahan bahan pengikat seperti tepung tapioka atau pati singkong dapat meningkatkan kekuatan dan kepadatan briket.
Perbandingan serbuk kayu dan bahan pengikat perlu disesuaikan, umumnya berkisar antara 9:1 hingga 9.5:0.5. Pencampuran dilakukan secara merata agar briket yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten.
-5. Pencetakan Briket
Setelah semua bahan tercampur rata, briket dapat dicetak menggunakan cetakan sederhana. Cetakan dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat seperti kaleng bekas atau pipa paralon yang dipotong sesuai ukuran yang diinginkan.
Proses pencetakan dilakukan dengan menekan campuran serbuk kayu ke dalam cetakan hingga padat. Setelah dicetak, briket dibiarkan mengering selama beberapa jam sebelum digunakan.
-6. Pengeringan Akhir
Setelah dicetak, briket perlu dikeringkan kembali untuk memastikan kadar airnya sudah sesuai. Proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pengeringan kayu sebelumnya. Briket yang masih basah akan mudah hancur dan menghasilkan asap yang banyak saat dibakar.
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan briket dari limbah kayu merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi dampak lingkungan. Pengembangan industri briket dari limbah kayu memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian dan menjadi peluang untuk membuka usaha baru. Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang memiliki prospek bagus untuk di kembangkan.
