![]() |
|
|
SISTEM pembelajaran Hybrid merupakan sistem yang diusung untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan selama pandemi Covid-19, yang mana sistem pembelajaran Hybrid ini menggabungkan dua akses belajar, yaitu tatap muka dan online. Dalam penerapannya sebagian mahasiswa belajar tatap muka di kelas dan sebagian lainnya belajar online di tempat yang berbeda-beda.
Kegiatan pembelajaran Hybrid ini diharapkan mahasiswa menjadi lebih aktif, karena pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Dengan adanya metode pembelajaran Hybrid ini diharapkan perguruan tinggi dapat memberikan peluang dan akses bagi mahasiswa yang berhalangan hadir dan mendukung Merdeka Belajar, serta meningkatnya kualitas belajar Mahasiswa.
Beberapa dampak positif dalam pembelajaran Hybrid untuk meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa adalah:
-1. Luasnya jangkauan pembelajaran, yang mana mahasiswa dapat mengakses dan mengikuti pembelajaran dimanapun mereka berada. Tentunya dengan mudahnya di jangkau maka mahasiswa akan menjadi rajin dan aktif dalam mengikuti kelas.
-2. Efisiensi biaya, yang mana mahasiswa tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk belajar, seperti mengeluarkan biaya transportasi dan lain sebagainya. Karena dengan model pembelajaran Hybrid ini mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran sekalipun mereka sedang berada dirumah.
-3. Menyesuaikan kebutuhan mahasiswa, tidak semua mahasiswa menyukai pembelajaran offline dan tidak semua mahasiswa juga yang menyukai pembelajaran online.
Oleh karena itu model pembelajaran Hybrid ini hadir untuk memenuhi dan menyesuaikan tipe pembelajaran yang disukai atau diminati oleh mahasiswa, sehingga jika pembelajaran dapat berjalan dengan baik, tujuan tercapai maka kualitas pendidikan mahasiswa akan meningkat dengan seiring berjalannya waktu.
Selain dampak positif yang disebutkan diatas, model pembelajaran Hybrid juga memiliki tantangan yang cukup besar, salah satunya yaitu:
-1. Terdapat kesenjangan teknologi, yang mana tidak semua mahasiswa memiliki teknologi yang memumpuni, walau sebenarnya pasti semua mahasiswa memilikimu android tetapi tidak semua mahasiswa memiliki laptop atau komputer, sehingga terkadang mahasiswa yang lebih suka online memilih untuk mengikuti kelas offline agar tidak tertinggal materi.
-2. Keseimbangan antara kelas offline dan online, terkadang kelas online dan offline dilakukan tidak diwaktu yang sama, melainkan memiliki jarak yang kadang beberapa hari setelah kelas offline, akan lebih baik jika kelas offline dan online dilakukan di jam yang sama, agar tidak terjadinya ketersenjangan antar kelas offline dan online.
Pembelajaran Hybrid memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa, karena pembelajaran Hybrid mempermudah akses jangkauan dan lebih fleksibel dalam pembelajaran.
Untuk bisa mencapai keberhasilan dalam meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa, ada beberapa saran yang mungkin bisa di pertimbangkan, yaitu:
-1. Seperti yang sudah dituliskan di atas jika terdapat kesenjangan teknologi, diharapkan perguruan tinggi bisa mendata mahasiswa yang memiliki teknologi seperti handphone, laptop atau komputer yang bisa menunjang keberhasilan pembelajaran online.
Selain itu juga pihak kampus harus menyediakan koneksi internet yang memadai, seperti Wi-Fi atau kuota gratis untuk mahasiswa yang mengambil kelas online, agar setiap pembelajaran online dilaksanakan tidak terjadinya masalah sehingga akan memakan waktu yang cukup lama.
-2. Keseimbangan antara kelas offline dan online, yang mana terkadang dosen meberikan tugas yang sama antara mahasiswa yang mengambil kelas offline dan online. Dengan model pembelajaran Hybrid ini diharapkan kampus dapat membedakan tugasnya menyesuaikan dengan pilihan kelas mahasiswa, agar lebih fleksibel.
Dengan pemaparan dampak positif, tantangan dan saran di atas, diharapkan kampus bisa lebih meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa, agar kualitas pendidikan mahasiswa juga meningkatkan.
