![]() |
|
|
KEMAJUAN suatu bangsa bergantung pada generasi yang memiliki sumber daya yang berkualitas dan mampu berkontribusi dalam perkembangan zaman. Basri & Dwiningrum (2020) menyatakan bahwa kualitas perguruan tinggi dalam suatu negara menjadi salah satu faktor penentu kualitas pendidikan bangsa tersebut.
Perguruan tinggi bertindak sebagai sarana untuk memberikan pengetahuan yang dapat digunakan dalam dunia kerja. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 pasal 108 ayat 1 menyatakan bahwa “Untuk melaksanakan peningkatan penalaran, minat, kegemaran, dan kesejahteraan mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan pada perguruan tinggi dibentuk organisasi kemahasiswaan”.
Pernyataan di atas memperjelas bahwa salah satu cara yang dapat digunakan untuk menunjang kemampuan mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi nonakademik adalah melalui peran organisasi.
Putri dan Supriyanto (2019) (dikutip dari Ramadhan et al., 2020) menyatakan, bahwa Organisasi mahasiswa merupakan tempat atau wadah yang berisikan mahasiswa untuk menuangkan aspirasi dan juga menampung minat dan bakat seorang mahasiswa.
Organisasi mahasiswa merupakan komponen penting dalam ekosistem kampus yang berpengaruh serta berperan besar dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Kompetensi non-akademik untuk mengembangkan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, komunikasi dan kerja sama tim menjadi sangat penting bagi masa depan mahasiswa.
Argumentasi: Mahasiswa dan organisasi merupakan dua entitas yang memiliki keterkaitan dalam konteks pengembangan potensi diri dan keterampilan non akademik. Keterlibatan anggota dalam organisasi memberikan peluang bagi mahasiswa untuk lebih dari sekedar kegiatan akademik saja.
Keaktifan mahasiswa dalam kegiatan berorganisasi merupakan salah satu cara efektif pembelajaran non akademik yang dapat memberikan efek positif seperti mengasah soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja, meningkatkan kemapuan beradaptasi dan bersosialisasi, semangat berkompetisi, dan memperluas jaringan komunikasi.
Menurut data dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sebanyak 70% lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih belum memiliki keterampilan nonakademik yang memadai (Kemenristekdikti, 2020). Hal ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun keterampilan nonakademik mahasiswa.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 60% mahasiswa di Indonesia mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa (BPS, 2020). Namun, hanya 30% dari mereka yang merasa bahwa kegiatan organisasi mahasiswa telah membantu mereka dalam membangun keterampilan nonakademik (BPS, 2020).
Dengan ini organisasi mahasiswa mempunyai peran penting bagi mahasiswa yaitu:
-1. Pengembangan Keterampilan Lunak: Organisasi mahasiswa membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan lunak seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim dan manajemen waktu.
-2. Pengalaman Praktis: Organisasi mahasiswa menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan teori dalam praktik nyata.
-3. Jaringan dan Networking: Organisasi mahasiswa memfasilitasi pembangunan jaringan dan koneksi yang berharga bagi masa depan karir mahasiswa.
-4. Pembentukan Karakter: Organisasi mahasiswa berperan dalam membentuk karakter mahasiswa melalui kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.
-5. Meningkatkan tanggung jawab sosial: Mahasiswa dapat belajar tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap isu-isu yang ada di sekitar, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
-Kritik dan Tantangan
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan efektifitas organisasi mahasiswa, perlu dilakukan analisis terhadap beberapa kritik dan tantangan yang dihadapi. Kritik dan tantangan ini dapat menjadi penghalang bagi organisasi mahasiswa dalam mencapai tujuan dan misinya.
Dengan memahami kritik dan tantangan, dapat dilakukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas organisasi mahasiswa. Di bawah ini merupakan beberapa kritik dan tantangan yang ada pada organisasi mahasiswa:
-1. Keterbatasan Sumber Daya: Keterbatasan sumber daya finansial dan fasilitas memberi pengaruh dalam membatasi kemampuan organisasi mahasiswa.
-2. Ketergantungan pada Interaksi Fisik: pola perilaku di mana seseorang bergantung pada pikiran, perasaan, dan tindakan orang.
-3. Metode rekrutmen anggota baru yang kurang efektif dan kurang di perhatikan.
-4. Kurangnya keterlibatan dan partisipasi mahasiswa.
-Usulan pengembangan
Untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas organisasi mahasiswa, perlu dilakukan upaya pengembangan yang strategis dan berkelanjutan. Pengembangan organisasi mahasiswa tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan program, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dan perubahan di masa depan.
Oleh karena itu, berikut adalah beberapa usulan pengembangan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas organisasi mahasiswa:
-1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya organisasi: Pihak kampus dan organisasi perlu meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya organisasi dalam mengembangkan keterampilan dan karakter.
-2. Pengembangan Kapasitas: Menyediakan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pengurus organisasi mahasiswa.
-3. Meningkatkan partisipasi mahasiswa: Organisasi perlu meningkatkan partisipasi mahasiswa dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menarik dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
-4. Meningkatkan kualitas kegiatan: Organisasi perlu meningkatkan kualitas kegiatan yang diselenggarakan dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa dan menyediakan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan karakter.
-5. Kolaborasi dengan Dunia Industri: Membangun kerja sama dengan dunia industri untuk menyediakan kesempatan magang dan pengembangan karir.
-6. Meningkatkan inovasi dan adaptasi untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Kesimpulan: Organisasi mahasiswa memainkan peran penting dan strategis dalam membangun keterampilan non-akademik mahasiswa seperti keterampilan lunak, pengalaman praktis, jaringan dan networking, serta pembentukan karakter.
Dengan mengatasi tantangan dan mengoptimalkan potensi, organisasi mahasiswa dapat menjadi katalisator bagi pembentukan generasi muda yang kompeten dan berkarakter. Pihak kampus, pengurus organisasi dan mahasiswa harus bekerja sama dan saling berkontribusi untuk memastikan pengembangan organisasi mahasiswa yang efektif dan berkelanjutan.
