Efektivitas Sistem Pembelajaran Hybrid Learning Di Kampus
.
Selasa, 28/01/2025, 20:49:01 WIB

PERKEMBANGAN teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah berpengaruh pada semua aspek yang ada seperti aspek ekonomi, budaya, sosial, politik, bahkan dalam dunia pendidikan. Salah satu teknologi informasi dalam bidang pendidikan adalah pengembangan e-learning.

E-learning menurut Mutia & Leornad (2013) adalah system pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer yang berdiri sendiri dengan sumber daya sendiri.

Hybrid learning merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka. Dalam pendidikan tinggi, hybrid learning menawarkan fleksibilitas dan akses untuk sumber pendidikan termasuk dosen, fakultas, dan materi kuliah. Syarat yang harus dimiliki perguruan tinggi untuk menerapkan hybrid learning adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi.

Saat indonesia menggalami Pandemi Covid-19, semenjak bulan April tahun 2020 semua sistem pembelajaran mengajar beralih menggunakan sistem pembelajaran secara online atau daring. Ini bertujuan untuk tetap melakukan proses belajar mengajar serta mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

Pelaksanaan sistem pembelajaran yang optimal di tengah pandemi tentunya bukan suatu hal yang mudah terutama mengubah suatu pola sistem belajar mengajar dan bisa dilakukan secara langsung didalam kelas melalui tatap muka, kini berubah melalui online, hal ini memiliki banyak keterbatasan dan kendala yang dihadapi baik oleh pelajar maupun pendidik.

Argumentasi: Dengan adanya pembelajaran hybrid learning ini mendapatkan sambutan yang beragam, ada yang pro dan kontra. Ini juga tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh model pembelajaran hybrid learning tersebut. Dilihat dari sisi kelebihan metode hybrid learning mempunyai beberapa poin yaitu, pemahaman materi lebih baik, membuka kesempatan bersosialisasi, memanfaatkan teknologi, dll.

Sedangkan dari sisi lain metode ini mempunyai permasalahan yaitu, mengalami kesulitan dalam mengatur jadwal belajar harian, bergantung pada perangkat dan jaringan, kesulitan dalam menyusun metode pembelajaran. Kekurangan dan kelebihan dalam metode pembelajaran hybrid learning tentunya perlu disikapi dengan bijak.

Pembelajaran dengan metode hybrid learning juga menuntut pengajar untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Model hybrid learning ini dianggap sebagai solusi dalam pengembangan model pembelajaran pada perguruan tinggi yang masih menerapkan pembelajaran non online sebagai tolak ukur efektivitas dalam pembelajaran (Gultom et al., 2022).

Kesimpulan: Hybrid learning memiliki dampak positif pada proses pembelajaran di perguruan tinggi dan efektif diterapkan di perguruan tinggi. Dampaknya secara serentak dapat meningatkan hasil belajar mahasiswa, keterampilan komunikasi, disiplin, motivasi dan kemandirian belajar mahasiswa.

Proses penggunaan hybrid learning di perguruan tinggi bisa dilakukan dengan cara pembelajaran secara online, seperti menggirimkan materi lewat media e-learning yang disertai dengan pemberian tugas dan diadakannya forum diskusi.

Selain itu hybrid learning juga memiliki kekuatan seperti peningkatan fleksibilitas, pemahaman terhadap materi yang lebih baik, eksplorasi terhadap konsep yang juga lebih besar, dan mahasiswa bisa mengulang materi yang ingin dipelajari lebih lanjut.