![]() |
|
|
KERUSAKAN lingkungan hidup yang sebelumnya dinilai sebagai persoalan lokal kini sudah merambah dan meluber menjadi isu global. Persoalan lingkungan hidup yang dulunya dipandang sebelah mata, sekarang merupakan skala prioritas untuk ditangani dan diatasi.
Munculnya pemasalahan lingkungan hidup sebagian besar diakibatkan ulah manusia. Hal itu mengindikasikan, bahwa kepedulian manusia terhadap lingkungan tempat tinggalnya mulai luntur. Karenanya kepedulian terhadap lingkungan perlulah ditanamkan sejak dini.
Karakter peduli lingkungan haruslah diajarkan di sekolah dasar, salah satunya melalui pembelajaran IPA. Dengan pendekatan yang tepat, melalui mata pelajaran yang identik dengan rumus dan eksperimen ini bisa menjadi petualangan seru yang tak hanya mengasah otak, tapi juga membentuk karakter siswa.
Konsep pembelajaran IPA memiliki karakteristik khusus yang mempelajari fenomena alam yang faktual. Oleh karena itu, proses pembelajaran IPA akan sangat menarik jika guru mampu mengemas materi yang akan diajarkan dengan fenomena alam secara langsung.
Kepedulian terhadap lingkungan sangat penting untuk diketahui oleh anak usia sekolah agar mereka dapat memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini, sehingga peduli terhadap lingkungan perlu diajarkan di sekolah, salah satunya melalui pembelajaran IPA (Santiana, dkk,. 2020).
Untuk membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan berbagai strategi mulai dari desain pembelajaran IPA, model pembelajaran, bahan ajar dan media pembelajaran yang dimanfaatkan guru harus dapat membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar.
Berbagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru dalam pembelajaran IPA untuk membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar, seperti media visual meliputi: poster, kartun, komik, dan projected motion media meliputi: film, video, animasi.
Kegiatan pembelajaran dilakukan setting awalnya adalah dengan menyajikan masalah pada siswa. Proses pembelajaran dimulai setelah siswa dikonfrontasikan dengan permasalahan lingkungan yang ada disekitarnya.
Sehingga dengan cara seperti itu siswa benar-benar mengetahui alasan mengapa mereka harus mempelajari materi tesebut. Informasi-informasi terkait persoalan lingkungan yang berhasil mereka kumpulkan kemudian dianalisis dari unit-unit materi yang dipelajari dengan tujuan untuk dapat memecahkan masalahnya. Masalah yang disajikan guru hendaknya mampu memunculkan konsep-konsep maupun prinsip-prinsip yang relevan dan seimbang dengan kemampuan siswa.
Selain itu untuk membangkitkan karakter siswa agar senantiasa peduli terhadap lingkungan hidup sekitarnya guru juga dapat menugaskan siswa untuk membuat poster lingkungan, poster lingkungan yang dibuat oleh siswa berisikan pesan-pesan untuk melestarikan lingkungan, seperti tanamlah pohon untuk masa depan, buanglah sampah pada tempatnya, gerakan hidup bersih dan sehat tanpa sampah, jangan rusak bumi kami, ayo kurangi penggunaan plastik dan lain sebagainya.
Poster yang dibuat oleh siswa hendaknya dipasang ditempat-tempat strategis atau ditempel di dinding kelas. Hal itu dimaksudkan tidak hanya untuk menghargai karya siswa tetapi juga untuk meneguhkan komitmennya untuk melestarikan lingkungan sesuai dengan poster yang dibuatnya.
Penanaman perilaku peduli lingkungan dan tanggung jawab dapat dibiasakan dalam kegiatan pembelajaran. Desain dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru seharusnya berpedoman pada students centered learning. Pembelajaran IPA di luar kelas dapat digunakan guru untuk membangun interaksi siswa dengan lingkungan dalam membentuk karakter peduli lingkungan.
Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru mengintegrasikan materi pendidikan lingkungan hidup dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber pembelajaran. Mengadakan outdoor learning sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Selain model pembelajaran, faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran IPA adalah bahan ajar. Media pembelajaran sebagai bagian dari bahan ajar juga memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam membentuk karakter kepedulian pada siswa melalui pembelajaran IPA.
