![]() |
|
|
PERUBAHAN teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak yang cukup drastis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkup pendidikan. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi juga memiliki peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan daya saing.
Namun, di era sekarang yaitu era digital adalah periode dimana teknologi digital mengubah cara kita berinteraksi, berkomunikasi, bekerja, dan belajar. periode dimana kita semua dihadapkan dengan berbagai kemudahan-kemudahan yang ada di berbagai keperluan terutama untuk mahasiswa zaman sekarang.
Dengan berbagai kemudahan tersebut pasti terdapat tantangan dan masalah yang dihadapi dalam dunia teknologi dan informasi, peristiwa kesenjangan digital di kampus menjadi perhatian yang semakin mendesak.
Mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah seringkali tidak mampu membeli peralatan yang memadai untuk kegiatan perkuliahan seperti (komputer, laptop, dan smartphone). Dan hambatan tambahan mereka adalah biaya internet yang cukup tinggi dibeberapa daerah, dimana mahasiswa yang bertempat tinggal di daerah pelosok atau pedesaan yang kurang berkembang seringkali mengalami sinyal internet yang lemah atau tidak ada sinyal sama sekali.
Hal ini mengakibatkan sulitnya mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan online (daring), mengakses mater pembelajaran dari dosen, dan berpartisipasi dalam diskusi online. Tanpa akses yang memadai, mahasiswa terpaksa kehilangan peluang untuk belajar mengikuti perkembangan pendidikan, dan berkolaborasi dengan mahasiswa lain atau dosen, yang mengakibatkan kesenjangan pendidikan di wilayah-wilayah tertentu.
Ketidakseimbangan ini menciptakan perbedaan pengalaman belajar, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil pendidikan dan peluang karir masa depan. Selain itu dosen yang tidak terbiasa atau tidak memiliki akses ke teknologi juga mendapat masalah dalam menyampaikan pembelajaran secara efektif dan juga mempengaruhi kemampuan dosen untuk menyampaikan materi melalui kelas online (daring)
Pada era pembelajaran jarak jauh yang semakin meluas, kesenjangan digital di kalangan mahasiswa menjadi fokus utama kajian. Kesenjangan ini mencakup aspek aksesibilitas teknologi, keterampilan digital, dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak kesenjangan digital pada mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran jarak jauh
Selain itu, kesenjangan digital pada dunia perkuliahan juga berdampak pada pengembangan keterampilan dunia kerja. Dalam periode digital ini perusahaan mencari calon yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis yang bagus tetapi juga memiliki keterampilan digital atau komputer yang kuat.
Mahasiswa yang tidak menguasai atau keahlian yang cukup dalam konteks digital akan susah untuk bersaing dalam dunia pekerjaan, dan mereka berakibat tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan prodi mereka selama perkuliahan.
Untuk menyelesaikan masalah ini Universitas bisa menyediakan fasilitas teknologi kepada mahasiswa yang tidak memiliki fasilitas seperti komputer maupun laptop pribadi untuk dapat mengakses teknologi sebagai pendukung belajar. Selain itu kampus mungkin menawarkan layanan peminjaman laptop atau perangkat elektronik lainya kepada mahasiswa yang membutuhkanya.
Sebaliknya, pemerintah juga harus memprioritaskan peningkatan prasarana interner di daerah terpencil. Selain itu, program subsidi internet bagi mahasiswa dapat mengurangi pengeluaran siswa, terutama selama studi online. Siswa dapat diberikan kuota internet yang murah atau gratis untuk tetap terhubung dengan kegiatan akademik. Peningkatan literasi digital juga harus menjadi prioritas utama.
Lembaga pendidikan dapat mengadakan workshop atau pelatihan yang membantu siswa memahami cara menggunakan teknologi untuk belajar. Hal ini tidak hanya mencakup pengetahuan teknis , tetapi juga bagaimana menemukan dan menggunakan sumber daya digital dengan bijak. Selain itu, kampus dan perusagaan teknologi dapat bekerja sama untuk mengasilkan solusi inovatif untuk mengatasi permasalahanya.
Misalnya, perusahaan dapat memberikan perangkat teknologi kepada siswa dari keluarga yang berpenghasilan rendah atau memberikan akses ke platform pendidikan dikital.Dan universitas agar menyediakan wifi yang mudah diakses dan dijangkau untuk semua mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan.
Kesimpulan: Kesenjangan akses teknologi di kalangan mahasiswa adalah masalah yang serius yang memerlukan perhatian bersama. Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, akses yang sama merupakan prasyarat untuk membantung sistem pendidikan yang adil dan inklusif.
Mahasiswa menghadapi tantangan seperti kekurangan dana, akses internet, dan kurangnya literasi digital untuk memenuhi harapan akademik mereka. Terutama untuk mahasiswa yang bertempat tinggal susah mendapatkan sinyal internet. Meningkatkan literasi digital, subsidi internet, penyediaan fasilitas teknologi oleh kampus, dan kolaborasi dengan perusahaan teknologi adalah cara untuk mengatasi perbedaan dan permasalahan ini yang dialami oleh para mahasiswa.
Jika semua mahasiswa memiliki akses teknologi hal itu tidak hanya akan meningkatkan pendidikan mereka, tetapi juga akan memperkuat peran teknoloi sebagai alat untuk membuat generasi yang lebih cerdas, mahir, kreatif, dan inklusif dimasa depan. Serta adanya peningkatan dalam pengaksesan teknologi bisa membuat mereka berpeluang besar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang mereka jalani dalam berpendidikan (perkuliahan) dan bekerja sesuai yang mereka inginkan.
