Longsor di Pekalongan, 21 Tewas, 159 Orang Mengungsi, dan Kerusakan Infrastruktur Meluas
LAPORAN TIM PANTURANEWS
Kamis, 23/01/2025, 15:10:38 WIB

PanturaNews (Pekalongan) – Tragedi longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus menyisakan duka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Rabu (22/1/2025), 21 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 159 orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa proses pencarian korban masih berlangsung. 

"Saat ini, 5 orang masih dalam pencarian, 13 orang dirawat akibat luka berat, dan 2 lainnya luka ringan," ujar Abdul yang akrab disapa Aam, Kamis (23/1/2025).

Fakta Kerusakan dan Dampak BencanaBanjir dan longsor yang melanda kawasan ini juga menyebabkan kerusakan parah. 

Data BNPB menunjukkan:

1. 27 rumah rusak berat

2. 5 jembatan hancur

3. 3 akses jalan tergenang

4. Tanggul jebol

5. 3 kendaraan mengalami kerusakan berat

Kerusakan ini memutus akses warga dan menyulitkan distribusi bantuan, terutama di daerah terpencil.

Status Tanggap DaruratSebagai respons, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan. Status ini memungkinkan mobilisasi bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, provinsi, hingga relawan.

BNPB memberikan bantuan senilai Rp289,5 juta yang terdiri dari:

Dana Siap Pakai (DSP) operasional sebesar 1

1. Rp200 juta

2. 200 paket sembako

3. 100 paket makanan siap saji

Keberhasilan dan Tantangan Evakuasi

Sementara itu, Aam menjelaskan bahwa pengurangan jumlah korban hilang sebagian besar disebabkan oleh klarifikasi data di posko bencana. 

Beberapa nama yang awalnya dilaporkan hilang ternyata ditemukan dalam kondisi selamat. 

"Verifikasi ini dilakukan melalui koordinasi dengan kepala desa dan petugas Posko Antemortem," pungkasnya.