![]() |
|
|
KELOMPOK 23 mahasiswa KKN Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah melaksanakan observasi serta survey lokasi di Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, yang menjadi salah satu lokasi KKN tahun ini.
Observasi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pengumpulan informasi dan data mengenai kondisi tempat KKN, observasi ini dilakukan untuk menemukan masalah yang akan diatasi dalam program kerja KKN.
Observasi dilakukan dengan mengunjungi kantor balai desa tayem, mahasiswa bertemu dengan kepala desa dan sekretaris desa untuk menanyakan terkait penduduk, mata pencaharian, lingkungan dan kesehatan masyarakat, batas pedukuhan serta kendala, dan potensi-potensi yang dapat dikembangkan sebagai program kerja KKN. Selain itu juga menanyakan terkait kegiatan yang sering diadakan seperti karang taruna, posyandu, pengajian rutin, dan lain sebagainya.

Desa tayem terbagi menjadi 2 dusun dengan 4 RW dan 24 RT, Pak Kamsir selaku kepala desa mengatakan mayoritas penduduk di desa tayem berprofesi sebagai petani dan sebagiannya lagi berdagang. Desa tayem juga ditunjuk dalam program desa cerdas (smart village), selain menjadi desa cerdas desa tayem juga disebut sebagai desa miskin ekstrim.
Namun pada kenyataannya warga desa tayem tidak seperti yang disebutkan. Pernyataan dari ibu dwi selaku sekdes mengenai desa miskin ekstrim “Masyarakat mungkin senang dapat bantuan tapi bagi saya lebih senang untuk mengangkat sumber dayanya, tetapi memang kondisi sekarang disini seperti itu’’.
Dalam bidang pendidikan, Desa Tayem memiliki 3 Sekolah Dasar, 1 Sekolah Menengah Pertama, dan 1 Taman kanak-kanak. Kelurahan Desa Tayem juga mendirikan perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah desa dan para kader Desa Tayem, namun belum berjalan dengan baik karena kurangnya minat baca anak sehingga perlu adanya pengenalan dan motivasi.
Dalam segi kesehatan, Desa Tayem rutin mengadakan posyandu yang terbagi di setiap RW. Posyandu dilaksanakan untuk segala tingkatan mulai dari balita, remaja dan lansia yang diadakan satu bulan sekali. Namun untuk posyandu lansia belum berjalan dengan baik karena kurangnya kesadaran masyarakat. Pada tahun 2024 menunjukan adanya 7 kasus stunting di desa tayem sehingga perlu adanya revitalisasi dalam bidang kesehatan.
Selanjutnya dalam bidang ekonomi, di desa tayem banyak pelaku usaha mayoritas pada bidang makanan namun kurangnya pengetahuan dalam pemasaran produk sehingga menjadi kendala bagi pelaku UMKM di Desa Tayem.
Diharapkan kehadiran mahasiswa KKN Universitas Peradaban di Desa Tayem mampu memberikan perubahan dan manfaat bagi masyarakat, menjadikan masyarakat desa tayem menjadi lebih sejahtera dan terwujudnya desa cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 23: Mahes Aji Sentosa, Enggar Sambora, Jihan Noor Aisah, Meiliyani Dewi Larasati, Siska Aulia, Voni Febriyanti, Indiarto Herawan, Nathiq Abdillah, Bufon Ramadhani, Vendy Septian.