![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Hari Raya Imlek sebentar lagi, tepatnya tanggal 29 Januari 2025. Kurang afdol jika Hari Raya Imlek tanpa Dodol Keranjang (Dodol Ranjang), sama halnya lebaran tanpa ketupat opor ayam. Hari Raya Imlek berkah bagi pengrajin Dodol Keranjang, karena satu bulan sebelumnya sudah mulai terima pesanan (order) dari berbagai kota.
Seperti yang dialami Mindayani Wirjono (84) pengrajin Dodol Keranjang ‘Sido Makmur’, di Jalan Belimbing Nomor 84, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang merupakan maestro Dodol Keranjang Kota Tegal.
Menurutnya, setiap tahun pesanan dodol keranjing ‘Sido Makmur’ ada peningkatan, namun tahun agak berkurang. Pesanan dari luar kota.
“Tahun ini pesanan agak berkurang, pesanan paling banyak dari luar kota, seperti Semarang, Bandung, Purwokerto dan Jakarta,” kata Mindayani, Selasa 07 Januari 2023, dirumahnya.
Lebih lanjut katanya, untuk harga bahan baku terutama beras ketan dan gula ada kenaikan harga.
"Harga bahan baku terutama beras ketan dan gula ada kenaikan, sehingga harga jual juga ada kenaikan namun hanya beberapa ribu,” ujar Mindayani yang sudah menekuni Dodol Keranjang selama 40 tahaun lebih.
Diungkapkan, Dodol Keranjang ‘Sido Makmur’ miliknya, banyak diminati dari dalam maupun luar kota, karena mempertahankan rasa dan harga yang ekonomis. “Tanpa bahan pengawet atau campuran lainnya, hanya beras ketan, gula pasir dengan berbagai varian ada rasa coklat, vanilla (prambos), pandan dan original (ketan dan gula saja),” ungkapnya.
Dodol Keranjang merupakan makanan musiman yang keluar sekali dalam setahaun saat Imlek, tentunya pekejanya juga musiman.
Saat PanturaNews menyambangi dapur pembuatan Dodol Keranajang milik Mindayani, ada sekitar 20 karyawan yang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, ada yang membuat adonan, memasak adonan, mengaduk-aduk adonan, menuangkan adonan ke kaleng cetakan dan menata ke para-para untuk didinginkan.
“Tenaga ahlinya cuma beberapa orang saja yang setiap tahun selalu ikut kerja. Sementara karyawan lainnya anak-anak tatangga sebelah rumah yang kebetulan sedang menganggur saya ajak kerja, itupun cuma 3 minggu memproduksinya” ujarnya.
Karena keterbatasan tenaga ahli, setiap hari rumah produksi Dodol Ranjang ‘Sido Makmur’ hanya mampu membuat dodol keranjang sebanyak 2-3 kwintal beras ketan.
“Langganan yang dari luar kota itu sudah langganan puluhan tahun, biasanya satu bulan sebelumnya mereka telpon dan pesan, ada yang untuk dijual lagi ada yang untuk dimakan sendiri terserah mereka,” ujar Mindayani sambil terkekeh-kekeh.
Diceriterakan sekilas, pada jaman perang di negera Tiongkok dulu prajurit diwajibkan membawa dodol keranjang untuk persiapan bahan makanan saat perang. Selain itu dodol keranjang yang kenyal atau lengket, rasanya manis dan bentuknya bulat punya pilosofi, yaitu untuk mengeratkan hubungan persaudaraan, banyak rezeki dan tidak berujung atau tidak ada ada akhir. “Filosofinya hubungan saudara tetap erat tidak cerai berai, banyak rezeki dan tidak ada akhir karena bentuknya bulat,” pungkasnya.