![]() |
|
|
SMA Negeri 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi saksi dari kegiatan inspiratif bertema: Menulis Untuk Keabadian: Gen Z Bersastra. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa melalui pelatihan penulisan karya sastra, khususnya puisi dan cerpen.
Program seminar pelatihan tersebut tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk mengasah keterampilan menulis, tetapi juga memperkenalkan sastra sebagai jembatan untuk meraih keabadian dalam tulisan.
Generasi Z sering kali dianggap sebagai generasi yang serba digital, yang lebih akrab dengan gawai daripada buku. Hal ini menyebabkan literasi, dalam artian kemampuan membaca dan menulis yang mendalam, sering terpinggirkan. Padahal, literasi yang kuat adalah fondasi utama dalam perkembangan intelektual dan emosional seorang individu.

Salah satu cara efektif untuk membangkitkan minat literasi adalah melalui pendekatan kreatif seperti sastra. Sastra, baik puisi maupun cerpen, memberi kebebasan berekspresi yang tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, empati, dan refleksi diri.
Tema Menulis Untuk Keabadian bukanlah sekadar jargon. Dalam dunia yang serba cepat dan terfokus pada hal-hal instan, karya sastra memberikan sebuah bentuk keabadian yang mampu bertahan melintasi waktu.
Puisi dan cerpen yang ditulis hari ini dapat tetap hidup dalam benak pembaca, bahkan berabad-abad setelah penulisnya tiada. Ini adalah salah satu keajaiban yang ditawarkan oleh dunia penulisan: kemampuan untuk mengabadikan pemikiran, perasaan, dan pengalaman melalui kata-kata.

Dalam seminar tersebut, para siswa SMA Negeri 1 Bumiayu dibekali dengan keterampilan dasar menulis puisi dan cerpen. Kegiatan ini bukan hanya membahas teknik penulisan, tetapi juga pentingnya orisinalitas, imajinasi, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Melalui penulisan sastra, siswa diajak untuk menggali pengalaman personal dan sosial mereka, mengolahnya menjadi karya yang dapat dinikmati dan direnungkan.
Para pemateri, yang didatangkan langsung oleh panitia adalah dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes yaitu Moh. Shofiuddin Shofi, M. Pd dan Casim, M. Pd. Selain dosen mereka juga sastrawan lokal dan mempunyai banyak pengalaman di dunia kesuastraan.
Para pemateri memberikan panduan serta contoh-contoh karya yang inspiratif. Mereka juga berbagi kisah perjalanan mereka dalam dunia kepenulisan, membangkitkan semangat peserta untuk terus berlatih menulis meski tantangan yang dihadapi tidaklah mudah.

Salah satu sasaran utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi siswa. Melalui penulisan, siswa belajar untuk memahami makna di balik kata, menyusun argumen dengan jelas, serta menyampaikan ide-ide dengan efektif. Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir secara kritis dan kreatif.
Penulisan puisi dan cerpen memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka secara bebas, namun tetap terstruktur. Mereka diajarkan untuk memikirkan diksi, alur cerita, hingga penggunaan metafora yang tepat, sehingga karya mereka memiliki kedalaman makna dan daya tarik.
Seminar ini hanyalah satu langkah kecil dalam upaya besar meningkatkan literasi di kalangan Gen Z. Namun, dampaknya bisa sangat signifikan. Dengan memperkenalkan siswa pada dunia penulisan sastra, kita tidak hanya menumbuhkan minat baca dan tulis mereka, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan.
SMA Negeri 1 Bumiayu telah melakukan langkah penting dengan menyelenggarakan acara seperti ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan, bahkan diperluas ke sekolah-sekolah lain. Literasi bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam semalam, tetapi dengan upaya berkelanjutan, Gen Z dapat menjadi generasi yang literat dan peka terhadap lingkungannya.
Sastra, dalam bentuk apapun, akan selalu menjadi salah satu cara paling indah untuk menyuarakan pikiran dan perasaan manusia. Melalui sastra, generasi muda dapat menulis untuk keabadian membekaskan jejak mereka dalam sejarah melalui kata-kata yang tak lekang oleh waktu.
