![]() |
|
|
ASMA dapat menyerang segala usia, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia, pria maupun wanita dan disemua etnik bangsa. Serangan asma dipicu oleh beberapa faktor, yaitu oleh debu rumah, stress, kelelahan, perubahan hidup, perubahan lingkungan, temperatur dan polusi udara.
Tetapi pada umumnya serangan asma dimulai oleh kondisi elergi (debu rumah, tungau debu rumah, serbuk sari, hewan peliharaan, dan lain-lain). Dengan menghindari faktor-faktor pencetus serangan asma, maka serangan asma dapat dicegah. Tetapi jika asma tetap timbul, maka diperlukan pengobatan untuk mengobatinya.
Asma bronkhial merupakan penyakit obstruktif saluran napas yang akut, terjadi pada bronkhus ukuran sedang dan bronkhiolus dengan diameter 1 mm. Dapat timbul sewaktu-waktu, yang terjadi akibat spasmus otot bronkhus, udem pada dinding bronkhus dan adanya hipersekresi sekret yang kental, dan dapat bolak-balik, baik secara spontan maupun dengan terapi.

Kelainan dasarnya tampaknya suatu perubahan status imunologis si penderita. Yang utama secara klinis pada asma bronkhial adalah kesulitan pernapasan yang parah dengan kurangnya oksigen dalam jaringan. Akibat spsmus otot polos bronkhioli dan bronkhus kecil dan akibat adanya lendir yang kental dalam lumen bronkhus yang menyempit ini, akan terjadi ekspirasi yang sulit dang berdengik serta diperlambat.
Pasien akan menahan tulang belikat dan tulang selangka dengan menaikkan lengan supaya otot pernapasan dapat dibantu. Serangan dapat berlangsung beberapa menit tetapi juga berjam-jam atau berhari-hari dalam bentuk status asmatikus yang membahayakan jiwa. Serangan umumnya diakhiri dengan batuk yang hebat dan keluarnya dahak yang kental dan bening.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan antara 100-150 juta orang di dunia adalah penderita asma, dan angka ini diperkirakan bertambah 180 ribu orang setiap tahunnya. Walaupun belum ada angka yang resmi, dari penelitian di beberapa tempat, diperkirakan 2-5 % penduduk Indonesia menderita asma, tinggi rendahnya angka kejadian ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor umur penderita, jenis kelamin, alergi, bangsa, keturunan, lingkungan dan faktor psikolog.
Terdapat dua keadaan yang menjadi syarat terjadinya serangan asma. Pertama, adanya kepekaan yang berlebihan (hiperensitif) pada saluran napas. Kedua, adanya rangsangan yang cukup kuat terhadap saluran napas yang peka tadi. Rangsangan yang cukup kuat inilah yang dapat mencetus terjadinya serangan asma.
Faktor-faktor pencetus asma tersebut adalah: alergen, hewan peliharaan, jamur, tepung sari, tungau debu rumah. Tanaman-tanaman Obat untuk Asma Bronkial antara lain:
-1. Asam (Tamarandus indica)
Tumbuh di dataran rendah yang memiliki musim kemarau sangat jelas. Berupa pohon besar, tingginya 10-25 m. Batangnya kokoh, kuat, bercabang banyak dan rimbun. Daun berseling, majemuk menyirip genap dengan 10-15 pasang anak daun berbentuk memanjang sampai bangun garis.
Tepi daun rata, ujung daun tumpul dengan bagian pangkal membulat. Tulang daun menyirip dilengkapi anak daun tipis dan halus, serta sisi bawah daun berwarna hijau kebiruan. Daging buahnya mengandung asam tartrat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat, pektin dan gula invert. Daunnya mengandung flavonoid.
-2. Bawang putih (Allium sativum)
Herba semusim, batang semu, warna hijau. Daun tunggal berupa roset akar, bentuk lanset, ujung runcing, warna hijau. Umbi tebal dan berdaging membentuk umbi lapis. Perbungaan berbentuk payung, berwarna putih.
Sifat kimiawi dan efek farmakologisnya, menghangatkan dan tajam, diaforetik, ekspektoran, spasmolitik, antielmentik, antiseptik, antikoagulan, antihistamin dan bakteriostatik. Kandungan kimianya yaitu minyak atsiri, alil sulfida, aliin, alisin, enzim alinasa, tioglikosida (skordinin), vitamin A dan B, hormon kelamin. Bagian yang digunakan Umbi lapis.
-3. Bunga Kenop (Gomphrena globosa)
Herba tahunan, tinggi 60 cm atau lebih, berambut. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari sampai 1400 m di atas permukaan laut. Berasal dari Amerika dan Asia. Batang hijau kemerahan, berambut, membesar pada ruas percabangan.
Daun duduk berhadapan, bertangkai, bentuk daun bulat telur sungsang sampai memanjang dengan panjang 5-10 cm, lebar 2-5 cm, ujungmeruncing, warna hijau, berambut kasar di bagian atas dan halus di bagian bawah. Warna rambut putih. Bunga berbentuk bonggol, warna merah tua keungu-unguan, seperti bola (ada yang berwarna putih).
Sifat kimia dan efek farmakologisnya yaitu rasa manis, netral, antibatuk, menghilangkan sesak (antiasma), pengobatan radang mata. Bagian yang digunakan bunga, untuk pengobatan asma digunakan seluruh tanaman, segar atau dikeringkan. Cara penggunaan: sepuluh kuntum bunga direbus, ditambah arak kuning, diminum secara rutin sebanyak tiga kali sehari.
-4. Kunyit (Curcuma longa)
Kunyit tumbuh dan ditanam di Asia Selatan, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia dan Filipina. Tumbuh baik di tempat-tempat terbuka atau sedikit teduh, dengan drainase yang baik. Ditanam sebagai tanaman penyedap dan pewarna, serta sebagai bahan obat tradisional. Kunyit dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, tumbuh liar di hutan jati, umumnya dibudidayakan atau ditanam dipekarangan.
Bau khas aromatik, rasa agak pahit, sedikit pedas, sejuk, tidak beracun. Melancarkan darah dan vital energi, menghilangkan sumbatan, peluruh haid (emenagog), anti radang, mempermudah persalinan, peluruh kentut, anti bakteri, memperlancar pengeluaran empedu (kolagogum), astringent. Rimpang mengandung minyak atsiri 3-5% (turmerone, zingiberene, phellandrene, sesquiterpen alkohol dan borneol), kurkumin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikurkumin, pati, tanin, damar.
Cara pemakaian: Setengah jari empu kunyit dan sepotong gambir dicuci lalu digiling halus, ditambahkan satu sendok the air kapur, lalu diaduk sampai merata, diperas dan disaring, lalu diminum
-5. Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
Kayu putih dapat tumbuh di tanah tandus, tahan panas dan dapat bertunas kembali setelah terjadi kebakaran. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m di atas permukaan laut, dapat tumbuh di dekat pantai di belakang hutan bakau, di tanah berawa atau membentuk hutan kecil di tanah kering sampai basah.
Kulit pohon: tawar, netral, penenang. Daun: pedas, kelat, hangat, menghilangkan sakit, peluruh keringat (diaforetik), antirematik, peluruh kentut (karminatif), pereda kolik (spasmolitik). Buah: berbau aromatis dan pedas, meningkatkan nafsu makan (stomakik), karminatif, dan obat sakit perut.
Kulit pohon: lignin, melaleucin Daun: minyak atsiri, terdiri dari sineol 50%-65%, α-terpineol, valer aldehida dan benzaldehida.
-6. Kecubung (Datura metel)
Tersebar luas di Indonesia, terutama di daerah yang beriklim kering, biasanya sebagai tumbuhan liar di tempat terbuka pada tanah berpasir yang tidak begitu lembab, dari dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan laut. Rasa pahit, pedas, hangat, dan beracun, antiasma, antirematik, anastetik, analgesik (menghilangkan rasa sakit).
Mengandung 0,3-0,43% alkaloid, ± 85% saopolamine, dan 15% hyosciamine, dan atropin, tergantung dari varietas, lokasi dan musim. Isolasi dari alkaloidnya terdapat senyawa metil kristalin yang mempunyai efek relaksan pada otot lurik (otot gerak). Bagian yang digunakan yaitu daun, buah, segar atau dikeringkan. Untuk pengobatan asma digunakan bunga yang dikeringkan.
-7. Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Daun tunggal, kaku seperti kulit, letak berseling, panjang tangkai daun 0,5-1,5 cm, tulang daun tumbuh melengkung, bentuk daun elips memanjang, panjang 4-14 cm, lebar 1,5-6 cm, ujung runcing, tepi rata, permukaan atas licin, warnanya hijau, permukaan bawah bertepung, warnanya keabu-abuan. Daun muda berwarna merah pucat, tetapi ada varietas lain yang berwarna hijau ungu. Bunga kecil, berwarna hijau putih, berkumpul dalam rangkaian berupa malai, panjang tangkai 4-12 mm, berambut halus, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan.
Buahnya buah buni, bulat memanjang, panjang sekitar 1 cm, warnanya merah. Perbanyakan dengan biji atau tunas berakar. Sifat kimiawinya : Pedas, sedikit manis, hangat, wangi, peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), antirematik, meningkatkan nafsu makan (stomakik), menghilangkan rasa sakit (analgesik). Kandungan kimia :minyak atsiri, eugenol, satrole, cinnamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, zat penyamak.
Sifat khas pada asma bronkhial adalah penyempitan atau obstruksi proksimal dari bronkhus kecil pada tahap inspirasi dan ekspirasi. Penyempitan atau obstruksi ini disebabkan oleh : a. Spasme otot polos bronkhus b. Edema mukosa bronkhus c. Sekresi kelenjar bronkhus meningkat.
Terjadinya kontraksi otot polos tersebut karena lepasnya macam-macam mediator dari sel mast atau basofil akibat adanya alergen atau antigen (Ag) yang telah terikat oleh imunogobin E (IgE) yang menancap pada permukaan sel mast atau basofil tersebut. Mediator-meddiator tersebut yaitu histamin, slow reacting substances of anaphylaxis (SRS-A), eosinophyl chemotactic factor of anaphylaxis (ECF-A), Platelet Activating (PAF), Prostaglandin, bradikynin, arisulfatase B, proteoglycan (heparin).
Salah satu di antara mediator-mediator tersebut menyebabkan siklik AMP pada messenger sel otot menurun dan siklik GMP meningkat. Pada dasarnya penurunan siklus adenosin monofosfat dan peningkatan siklus guanidin monofosfat inilah yang menyebabkan tonus otot polos pada bronkhus naik dengan akibat suatu konstriksi yang menyebabkan saluran napas menyempit yang dikenal sebagai bronkhus obstruksi.
Setelah terjadinya obstruksi, baru disusul sembabnya mukosa, keluarnya sekrit bronkhus. Adanya keadaan konstriksi, sembab, sekrit tersebut menyebabkan sesak napas. Sebagai akibat ialah tekanan partial oksigen alveoli menurun, dengan demikian oksigen pada peredaran darah menurun menjadi hipoksemia. Sebaliknya CO2 mengalami retensi pada alveoli sehingga kadar CO2 dalam peredaran darah meningkat yang memberikan rangsangan pada pusat pernapasan sehingga terjadi hiperventilasi.
Keluhan yang sering dialami oleh penderita asma adalah napas berbunyi, sesak napas, dan batuk. Keadaan umumnya adalah:
-Komposmentis, -Cemas atau gelisah atau panik atau berkeringat, -Tekanan darah meningkat, -Nadi meningkat, -Pulsus paradoksus: peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 10 mm Hg pada waktu inspirasi, -Frekuensi pernapasan meningkat, -Sianosis, -Otot-otot pernapasan bantu hipertropi, -Pada paru-paru terdapat ekspirium yang memanjang dan wheezing.
Kita semua bisa menghindari dan sebisa mungkin mencegah adanya penyakit asma bronchial dapat dilakukan dengan meenerapkan pola hidup sehat diantaranya dengan berhenti merokok atau hindari asap rokok, bau-bauan seperti parfum yang menyengat, obat semprot serangga, deterjen cucian. Jangan memelihara hewan seperti anjing dan kucing.
Gunakan kasur dan bantal sintesis atau jika tidak ada, gunakan kain penutup yang terbuat dari sintesis. Mengonsumsi makanan yang sehat dan minnuman-minuman herbal yang khasiatnya jelas bagi tubuh kita. Jika terkena asma yang tak kunjung membaik maka segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.
