![]() |
|
|
TIM kuliah kerja nyata tematik inovasi (KKN-TI) IPB University bersama masyarakat Desa Sukadamai, Kabupaten Bogor, melaksanakan sosialisasi program ekosistem ubi dan juga pelatihan aplikasi IPB digitani sebagai bentuk sinergitas dengan potensi pertanian masyarakat terutama petani Desa Sukadamai.
Program ekosistem ubi merupakan program yang digagas oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University. Secara garis besar, program ekosistem ubi merupakan program pendekatan ekosistem bisnis ubi, yakni berupa konsep jaringan dinamis dari organisasi yang mengolaborasikan beberapa sector.
Program ini untuk menciptakan nilai bersama atau dengan kata lain pendekatan alternatif pasar, berupa kerjasama mitra antara Agribussiness Technology Park (ATP) IPB dengan pihak lain, salah satunya yaitu petani atau kelompok petani. Oleh karena itu pendekatan sosialisasi dilakukan oleh tim KKN-TI IPB Desa Sukadamai untuk menjangkau gerbang informasi awal terkait potensi mitra di Desa Sukadamai.

Kegiatan sosialisasi ekosistem ubi dilakukan sebanyak tiga kali sebagai bentuk fasilitasi dari tim KKN, untuk menghubungkan jalur diskusi awal antara DPMA dengan masyarakat Desa Sukadamai. Kegiatan sosialisasi ekosistem ubi dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada daerah RW. 03 pada tanggal 10 Juli, RW. 02 pada tanggal 17 Juli, dan RW. 04 pada tanggal 24 Juli 2024.
Sosialisasi dilakukan untuk membuka informasi awal penunjang kegiatan ekosistem ubi kedepannya seperti survey, penjajakan, mapping, dan lain-lain. Secara umum, pemaparan sosialisasi ekosistem ubi meliputi deskripsi program, manfaat program, aktivitas program, konsep umum ekosistem bisnis, spesifikasi serta jenis ubi, dan skema program kerja ekosistem ubi.
Benefit yang didapat jika bermitra dengan DPMA IPB terkait program ekosistem ubi yakni penyediaan bibit berkualitas, pendampingan dan monitoring budidaya ubi, fasilitasi pasar, contract farming, dan pemenuhan produk sesuai spesifikasi. Spesifikasi ubi yang diharapkan yakni dalam 1 kg terdiri dari 4 hingga 6 buah, berbobot 150 hingga 350 gram, tidak berluka, tidak berlubang, dan berbentuk normal atau wajar.

Jenis ubi yang diharapkan yakni ubi ungu murasaki, ubi golden oren, dan ubi madu. ATP IPB sejauh ini bekerjasama dengan beberapa mitra pasar yakni bionic farm, SMU, Maxi, dan sobatani. Pada sosialisasi ekosistem ubi oleh tim KKN-TI IPB 2024, terdapat alur diskusi dan antusiasme dari masyarakat, salah satunya yakni Bapak Hasan selaku ketua RW. 03, beliau berkata “program ini sangat menarik karena menjadi alternatif pasar baru untuk pemasaran ubi di Desa Sukadamai”.
Selain itu dalam perbincangan bersama kepala Desa Sukadamai, Bapak H. Pepen Supendi, beliau mendukung kerjasama lebih lanjut terkait program ekosistem ubi dan bisa dijadikan ujicoba kegiatan di Desa Sukadamai.
Program selanjutnya yaitu sosialisasi dan pelatihan pemasangan aplikasi IPB Digitani di RW. 04 Desa Sukadamai. IPB Digitani merupakan aplikasi yang diciptakan oleh IPB yakni platform media komunikasi dan konsultasi petani dengan pakar IPB tentang pertanian secara luas dan pedesaan. Kegiatan sosialisasi IPB digitani meliputi deskripsi kegiatan, tujuan, fitur-fitur aplikasi IPB Digitani dan pelatihan penggunaan aplikasi IPB Digitani. Mahasiswa KKN-TI IPB
Sukadamai menekankan terkait kebermanfaatan yang dapat diperoleh pada aplikasi IPB Digitani. Fitur-fitur uggulan yang ditekankan yaitu fitur forum tani, konsul tani, tanya pakar, artikel pertanian & pedesaan, video podcast & tutorial, artikel konsultasi, dan berita. Penjelasan IPB digitani diikuti oleh peserta dengan interaktif dan kondusif serta terdapat alur-alur diskusi didalamnya. Kegiatan ini diikuti secara antusias sebagai salah satu sarana komunikasi terkait permasalahan pertanian di Desa Sukadamai.
Menurut bapak Tatang selaku ketua RT. 4 RW.4, aplikasi ini sangat bermanfaat dan perlu diluaskan pemanfaatan aplikasi pada warga Desa Sukadamai. Pemasangan aplikasi IPB digitani dilakukan pendampingan oleh mahasiswa KKN-TI IPB dari pemasangan aplikasi hingga cara penggunaan aplikasi dari IPB Digitani sehingga diharapkan kegiatan ini memberikan solusi-solusi efektif dan juga menjadi penghubung antara petani dengan pakar-pakar di IPB.