IPB University Luncurkan Si-POTA: Robot Sprayer Otomatis Berbasis IoT Untuk Optimalisasi Pertumbuhan Kentang
.
Selasa, 23/07/2024, 08:46:18 WIB
Tim Mahasiswa Si-POTA IPB University. (Foto: Dok/Tim)

DALAM pertanian modern, pendekatan pertanian presisi telah menjadi fokus utama untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kentang, sebagai salah satu komoditas penting, menampilkan beragam karakteristik dari fase perkecambahan hingga panen.

Setiap fase pertumbuhannya, menonjolkan perbedaan yang signifikan, terutama dalam hal warna daun dan ukuran umbi. Hal tersebut menjadi sebuah rancangan inovasi dari tim Si-POTA.

Lima mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Jawa Barat, telah mengusung rancangannya melalui kompetisi Pekan Karya Ilmiah Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2024.

Anggota tim itu diantaranya Satrio Budi Arifin, Ahmad Ardiansyah, Fadhila Khatami Putra, Anggita Nurisa Maharani, dan Chosy Isni Maharesi. Tim ini dibimbing oleh Dr. Ir. Gatot Pramuhadi, M.Si, seorang ahli dalam teknik mesin dan biosistem.

Si-POTA hadir untuk mengatasi ketidaktepatan pengaplikasian air, dosis pupuk, dan dosis pestisida pada tanaman kentang, untuk meminimalisir adanya penurunan produktivitas.

“Dengan adanya sistem deteksi menggunakan Machine Vision Object Detection, parameter warna daun akan dideteksi sehingga menghasilkan data berupa kebutuhan air, kebutuhan dosis pupuk, dan kebutuhan dosis pestisida, serta indikasi dari setiap parameter warna yang ada,” ungkap Satrio sebagai pengembang inovasi Si-POTA.

Si-POTA adalah robot sprayer otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengendalikan pertumbuhan kentang. Si-POTA menyediakan solusi pengelolaan tanaman kentang yang efisien dan akurat, dengan kemampuan memantau dan mengatur aplikasi pupuk serta pestisida secara otomatis berdasarkan warna daun tanaman kentang.

Warna daun menunjukkan tahap pertumbuhan atau usia tanaman kentang, sehingga dosis nutrisi yang dibutuhkan bervariasi sesuai dengan warna dan usia tanaman tersebut. Kesalahan dalam pemberian nutrisi dapat mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman kentang.

Si-POTA berupaya mengatasi masalah ini dengan menerapkan tiga prinsip utama: penyemprotan (Sprinking), pemupukan cair (Liquid Fertilizing), dan pemberian pestisida (Pesticiding).

“Penanganan yang tepat dari setiap fase tanam merupakan kunci keberhasilan dari budidaya kentang. Oleh karena itu, hal tersebut linear dengan tagline kami yaitu, ‘Semprot Cerdas, Panen Melimpah’” ujar Fadhilla perancang inovasi Si-POTA.

-Si-POTA dan Teknologi Vision-Mixing

Si-POTA memperkenalkan teknologi "Vision-Mixing", yang memanfaatkan sensor kamera real-time untuk mendeteksi warna daun tanaman kentang. Sistem ini kemudian mengintegrasikan penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan pestisida sesuai kebutuhan spesifik tanaman.

Dengan kemampuan ini, Si-POTA dapat mengumpulkan data mengenai kondisi tanaman dan secara otomatis menyesuaikan dosis nutrisi yang tepat, memastikan perawatan yang efektif dan efisien.

-Keunggulan Si-POTA

Si-POTA bukan hanya sekadar robot penyemprot. Dengan kemampuan deteksi canggih, Si-POTA dapat mengidentifikasi kondisi tanaman kentang dan menentukan perlakuan yang tepat.

Sistem penyemprotan otomatisnya memastikan aplikasi pestisida dan pupuk yang akurat dan merata, sementara fitur navigasinya memungkinkan Si-POTA bergerak efisien di lahan untuk mengoptimalkan cakupan penyemprotan.

-Masa Depan Si-POTA

"Untuk melindungi inovasi kami, tim Si-POTA telah mengajukan paten sederhana. Perlindungan ini penting agar ide dan teknologi kami tidak digunakan tanpa izin, serta membuka peluang kolaborasi dengan pihak lain yang tertarik dalam pengembangan dan penerapan alat ini di industri pertanian," ujar Satrio.

Si-POTA akan terus berkembang dengan inovasi tambahan seperti integrasi konektivitas satelit untuk pemetaan lahan yang akurat dan intervensi pertanian yang tepat.

Sistem nozzle slider, yang dirancang dengan rel dan penggerak serta dikendalikan oleh Arduino atau Raspberry Pi, memungkinkan pergerakan optimal. Desain modular nozzle juga memudahkan pemasangan dan penggantian, menggunakan bahan yang tahan korosi dan kimia.

(Tim Si-POTA IPB University:  Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Program Studi Teknik Mesin dan Biosistem di IPB University; Satrio Budi Arifin, Ahmad Ardiansyah, Fadhila Khatami Putra, Anggita Nurisa Maharani dan Chosy Isni Maharesi. Pembimbing; Dr. Ir. Gatot Pramuhadi, M.Si, ahli teknik mesin dan biosistem)