Nunggak Biaya Sekolah, Ijazah Kakak Beradik dari Keluarga Miskin Tertahan, Masa Depan Terancam
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Kamis, 11/07/2024, 18:10:03 WIB

PanturaNews (Brebes) - Dua kakak beradik dari keluarga miskin di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghadapi kenyataan pahit karena ijazah mereka tertahan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusponegoro 1 Brebes akibat tunggakan biaya sekolah sebesar Rp 15 juta. 

Kesulitan ini membuat mereka terpaksa bekerja serabutan dan kesulitan mencari pekerjaan tetap.

Muhammad Nabil Fauzi Nurohman, yang lulus pada tahun 2021, dan adiknya, Muhammad Bahtiar Nurohman, yang lulus pada tahun 2022, masing-masing harus melunasi Rp 5 juta dan Rp 10 juta. Ketiadaan ijazah membuat mereka sulit untuk melamar pekerjaan yang berpenghasilan layak, seperti di pabrik-pabrik.

"Saya sudah lulus dua tahun lalu. Karena ijazah saya masih di sekolah dan belum bisa diambil, saya terpaksa bekerja serabutan apa saja jika ada yang mengajaknya," ujar Bahtiar saat ditemui di rumahnya, Kamis 11 Juli 2024.

Ibunya, Nunung (40), mengungkapkan bahwa ia tidak mampu membayar tunggakan biaya sekolah karena kondisi ekonominya yang sulit. Ia menjadi satu-satunya pencari nafkah setelah suaminya meninggal dunia dua tahun lalu.

"Totalnya ada sekitar Rp 15 jutaan. Saya belum ada uang untuk ambil ijazah. Penginnya bisa diambil biar anak saya dua-duanya bisa kerja dan dapat penghasilan tetap. Tidak kerja serabutan seperti sekarang ini," kata Nunung dengan mata berkaca-kaca.

Nunung, yang tinggal sekitar 100 meter dari sekolah anak-anaknya, pernah dipanggil oleh pihak sekolah untuk melunasi tunggakan tersebut, namun ia tidak mampu dan meminta keringanan.

"Untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi untuk membayar biaya sekolah yang total mencapai belasan juta rupiah," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Kepala Bagian Humas SMK Pusponegoro 1 Brebes, Zaenal Fudin, menyatakan bahwa pihak sekolah sebenarnya memberikan toleransi dan tidak mempersulit siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.

"Dua nama itu belum ada konfirmasi ke kami. Saya selaku humas di sini belum menerima laporan adanya dua mantan siswanya yang katanya kakak beradik ijazah belum diambil. Apalagi kata mas-mas wartawan ini, jarak rumahnya dekat dengan sekolah, kalau ke sini ya pasti juga ada toleransi. Di sini saya tegaskan tidak ada kesulitan maupun mempersulit siswanya," aku Zaenal.