![]() |
|
|
BERDASARKAN data dari upk.Kemkes.go.id, Hipertensi sebagai salah satu penyakit yang cukup berbahaya hingga mendapatkan julukan The Silent Killer, Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi sangat perlu mendapatkan perhatian dari setiap individu. Hal ini dikarenakan hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh.
Meskipun pada umumnya penderita hipertensi tidak menunjukan gejala atau keluhan tertentu, namum terdapat keluhan tidak spesifik yang bisa dirasakan oleh penderita hipertensi, diantaranya adalah sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, rasa sakit didada, gelisah, penglihatan kabur, mudah lelah.
Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi merupakan suatu kondisi Dimana tekanan darah seseorang diatas ambang batas normal yaitu tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg.
Penderita hipertensi seringkali tidak menyadari bahwa dirinya menyandang penyakit hipertensi, kebanyakan penyakit hipertensi, terdeteksi setelah terjadinya komplikasi atau kerusakan pada organ (Triana & Hardiansyah, 2021).
Selain pengobatan medis, penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat mengontrol tekanan darah melalui obat darah tinggi alami atau dengan menerapkan pola hidup sehat. Lantas, apa saja jenis obat hipertensi yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah? Beberapa obat darah tinggi alami yang mudah di temukan dan bisa dicoba di rumah:
-Jahe: Jahe tidak hanya bisa dijadikan sebagai minuman penghangat tubuh, tetapi juga bermanfaat sebagai obat penurun darah tinggi alami. Senyawa dalam jahe memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan obat darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan calcium channel blocker (CCB).
Terapi pemberian minuman jahe adalah minuman yang terbuat dari jahe yang di seduh menggunakan air panas bisa disajikan hangat/ dingin. Jahe mengandung senyawa kimia Gingerol yang digunaakan untuk memblock vilta sesaluran kalsium yang ada didalam sel pembuluh darah, sehingga akan terjadi vasodilatasi atau vasokontriksi pembuluh darah yang merangsang penurunan kontraksi otot polos dinding arteri sehingga akan menyebabkan penurunan tekanan darah.
Jahe juga mengandung Kalium yang menghambat pelepasan renin Angiotensin yang akan meningkatkan ekskresi natrium dan airs sehingga retensi natrium dan air didalam darah berkurang dan akan terjadi penurunan tekanan darah (Braga, 2019).
-Bawang Putih: Bawang putih tidak hanya sekadar bumbu dapur sehari-hari, tetapi juga dikenal sebagai salah satu herbal dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat bawang putih adalah sebagai obat menurunkan darah tinggi. Bawang putih mengandung Vitamin C, vitamin B6, mineral mangan, serta mineral selenium.
Namun, yang sangat bermanfaat yaitu senyawa yang mengandung belerang yang disebut sebagai allicin, merupakan anti oksidan yang dianggap bertanggung jawab atas efek baik dari mengonsumsi bawang putih.
Studi meta analisis, pada 12 penelitian dan 533 pasien hipertensi memperlihatkan bahwa suplementasi dari bawang putih dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 8.3±1.9 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 5.5±1.9 mmHg (air raksa). Penurunan tekanan darah ini sama dengan penurunan yang didapatkan dari obat standar lini pertama anti-hipertensi.
-Daun Kemangi: Daun kemangi (Ocimum Basilicum) merupakan tanaman obat di Indonesia yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Daun kemangi mengandung senyawa aktif flavonoid dan magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah.
Kandungan eugenol pada daun kemangi bersifat antioksidan yang ampuh melonggarkan pembuluh darah, mengencerkan darah, dan melancarkan peredaran darah, sehingga efektif mengurangi tekanan darah tinggi. Konsumsi daun kemangi secara rutin untuk mendapatkan manfaat yang optimal.
Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Efa, 2007 dari Universitas Maranatha Bandung mengenai peran rebusan daun kemangi pada wanita dewasa terhadap tekanan darah normal. Dengan rebusan 1 gr daun kemangi dalam 250 cc air sehingga didapat air rebusan sebanyak 125 cc, mampu menurunkan tekanan darah normal pada perempuan dewasa berusia 18-25 tahun hingga 9,33 mmHg pada tekanan sistolik dan 5,6 mmHg pada tekanan diastolik.
Selain pengobatan menggunakan bahan-bahan alami tersebut, terdapat beberapa cara perawatan diri yang bisa dilakukan yakni:
-Latihan fisik
Latihan fisik atau latihan jasmani merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran tubuh.
-Manajemen stres
Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan.
-Diet rendah sodium
Diet rendah sodium adalah diet yang mengandung tidak lebih dari 1.500 hingga 2.400 mg sodium per hari. Kebutuhan minimum manusia untuk natrium dalam makanan adalah sekitar 500 mg per hari, yang biasanya kurang dari seperenam sebanyak diet "dibumbui secukupnya"
Jika dengan mengkonsumsi obat-obatan alami dan melakukan perawatan diri masih saja tidak dapat teratasi, berbagai obat-obatan yang bisa di dapatkan untuk mengatasi hipertensi seperti captoptil, amlodipine, candesartan, bisoprolol dan yang lainnya.Jika masih tak kunjung membaik segera konsultasikan ke dokter untuk mendaptkan perawatan yang lebih tepat.
