Pelatihan Orientasi Kewirausahaan dan Orientasi Pasar Sebagai Peningkatan Kinerja Pusat Bisnis Sekolah
.
Minggu, 30/06/2024, 15:47:02 WIB
Pelatihan peningkatan orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar terhadap siswa SMK 75 Dua Purwokerto (Foto: Dok)

SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah di Indonesia. Para pelajar ditawarkan program vokasional dan pre-profesional, setiap bidang memakan masa selama tiga tahun pengajian.

Siswa SMK memiliki kesempatan untuk merasakan praktik kerja langsung melalui program keahlian yang dipilih. Diharapkan sekolah di SMK para lulusan memiliki peluang membuka usaha lebih mudah.

Lulusan SMK dengan bekal keahlian yang dimiliki memiliki peluang untuk membuka usaha sendiri, bahkan dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain. Di SMK siswa menerima pengembangan potensi keahlian.

Selain diberi teori, siswa SMK akan diajarkan banyak hal yang meliputi teori dan praktek sesuai jurusan masing-masing, sehingga dapat mengembangkan potensi keahlian secara lebih khusus. Dengan berbagai keunggulan ini, SMK dapat menjadi pilihan yang baik untuk mereka yang ingin mempersiapkan diri langsung untuk memasuki dunia kerja atau untuk mengembangkan keahlian khusus.

Dosen Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan pada siswa SMK, agar meningkatkan orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan dalam rangka membangun pusat bisnis sekolahnya.

Sekolah Menengah Kejuruan memiliki potensi untuk mengembangkan edupreneurship. Salah satu strategi untuk menyiapkan lulusan yang mampu berwirausaha adalah membentuk pusat bisnis agar siswa dan guru mampu mengembangkan minat berwirausaha sebagai tempat berlatih usaha.

Pusat bisnis ini juga digunakan sebagai tempat berlatih dan mengembangkan ketrampilan kompetensi siswa. Pusat bisnis sekolah menjadi penggerak kegiatan kewirausahaan. Hal itu menjadi perhatian untuk memberikan pelatihan agar meningkatkan kinerja siswa dalam meningkatkan kinerja pusat bisnis disekolah agar siswa.

Pelatihan peningkatan orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar terhadap siswa SMK 75 Dua Purwokerto ini dilakukan oleh Sarah Dien Hawa., S.E., M.Si dosen prodi Manajemen dan Achmad Syauqi, M.Kom dosen Prodi Sistem Informasi Universitas Peradaban Bumiayu.

Peserta kegiatan pelatihan orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar tersebut adalah siswa SMK dalam rangka meningkatkan kinerja pusat bisnis sekolahnya. Orientasi kewirausahaan memiliki hubungan yang positif terhadap kinerja usaha, sehingga penting bagi seseorang untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi kewirausahaan.

Orientasi kewirausahaan merupakan suatu komponen yang begitu penting di dalam menciptakan sebuah ide atau visi baru serta upaya untuk melaksanakannya. Orientasi kewirausahaan dan kecenderungan bisnis memiliki perbedaan dalam konteksnya.

Orientasi kewirausahaan mengacu pada kecenderungan organisasi untuk mengambil keputusan untuk mendukung kegiatan bisnis, sementara kecenderungan bisnis merujuk pada kecenderungan seseorang atau organisasi terhadap aktivitas bisnis secara umum.

Orientasi kewirausahaan menekankan pada jiwa atau karakteristik pelaku usaha, seperti inovasi, proaktif, pengambil risiko, dan berorientasi terhadap laba.Dengan demikian, orientasi kewirausahaan lebih menekankan pada sifat-sifat kewirausahaan yang dimiliki seseorang atau organisasi, sementara kecenderungan bisnis lebih umum merujuk pada kecenderungan terhadap aktivitas bisnis secara keseluruhan. Orientasi kewirausahaan dapat mempengaruhi kinerja usaha dengan berbagai cara.

Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan serta mempunyai implikasi teoritis, yaitu memperkuat pemanfaatan konsep orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar dalam kegiatan pemasaran dengan lebih banyak manfaat praktis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

Diharapkan pelatihan ini mampu menjadikan dasar pengelola Pusat Bisnis Sekolah SMK 75 Dua Purwokerto, dalam menyusun strategi pemasaran yang nantinya mampu meningkatkan penjualan, keberlanjutan dan laba bagi Pusat Bisnis Sekolah.