![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Lapakemane, yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hadir kembali dengan konsep baru yang memikat.
Selain menyediakan berbagai jajanan dan kuliner khas, Lapakemane kini menyajikan cita rasa kopi asli Brebes dalam suasana yang lebih modern dan nyaman.
Berlokasi di eks Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Jalan Singosari Pranotoyudo, Lapakemane kini menawarkan konsep indoor dan outdoor yang menarik.
Pj Bupati Brebes, Iwannudin Iskandar, meresmikan relaunching Kafe Lapakemane dengan harapan tempat ini dapat menjadi lebih ramai dan diminati oleh masyarakat.
"Dengan relaunching Lapakemane ini, mudah-mudahan bisa ramai lagi. Namun, perlu ditata lagi agar konsepnya benar-benar bagus," ujar Iwannudin, Jumat 21 Juni 2024.
Ia juga menyarankan agar Lapakemane berkolaborasi dengan pedagang kaki lima di sekitar alun-alun untuk menambah variasi makanan yang ditawarkan.
"Ajak pedagang kaki lima yang ada di depan untuk kolaborasi, semisal sate blengong dan lainnya, pasti akan lebih menarik. Ditambah ada live musik, yang penting buat masyarakat bahagia," tambahnya.
Lapakemane juga diharapkan dapat menjadi ruang meeting atau tempat pelayanan masyarakat.
"Tempat ini strategis, bisa digunakan untuk rapat, tidak hanya di kantor saja. Ayo OPD maupun BLUD manfaatkan tempat ini, di sini bisa sambil ngopi santai yang penting hasil rapatnya berkualitas," kata Iwannudin.
Plt Kepala Dinas Dinkopumdag Brebes, Edi Kusmartono, menjelaskan bahwa Lapakemane sebelumnya sudah pernah dilaunching pada 21 Februari 2021, namun sempat vakum.
Kini, Lapakemane dihidupkan kembali dengan konsep yang berbeda, menampilkan 11 jenis kopi asli Brebes yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
"Di Lapakemane ini ada 11 jenis kopi asli Brebes, nantinya akan kita saksikan di setiap event kopi," jelas Edi.
Ia menambahkan bahwa Lapakemane menyediakan ruang meeting dengan kapasitas 20-30 orang, serta area luar yang didesain menarik. Berbagai produk UMKM Brebes juga tersedia, sesuai dengan permintaan pengunjung.
Edi berharap Lapakemane dapat dikelola dengan lebih profesional, meningkatkan promosi kopi Brebes, dan kuliner UMKM lainnya.
"Pengelola tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga makanan atau camilan produk UMKM Brebes. Semoga sajian kopi di sini bisa bersaing dengan kopi-kopi dari daerah lain," tuturnya.
Dengan relaunching ini, diharapkan Lapakemane dapat menjadi pusat kegiatan dan promosi bagi produk UMKM Brebes, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, serta menjadi tempat yang nyaman dan menarik bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati sajian khas Brebes.