Warung Esek-Esek Akhirnya Disegel, Warga Ancam Bongkar Paksa Jika Beroperasi Kembali
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 19/05/2024, 01:43:38 WIB
Setelah sekian lama beroperasi tanpa tindakan tegas dari aparat pemerintah, sebuah warung esek-esek di sepanjang jalan provinsi ruas Kersana - Cigedog, yang meresahkan akhirnya disegel oleh warga. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) – Setelah sekian lama beroperasi tanpa tindakan tegas dari aparat pemerintah, sebuah warung esek-esek di sepanjang jalan provinsi ruas Kersana - Cigedog, yang meresahkan akhirnya disegel oleh warga pada Sabtu 18 Mei 2024.

Penyegelan dilakukan dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan setempat, seperti dari TNI dan Polisi. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya tindak anarkis, sekaligus mencegah bentrok dengan warga lainnya yang kontra terhadap aksi tersebut.

Warung remang-remang yang di tanah lahan milik PT. KAI Daop 3 Cirebon dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Tengah tersebut, telah lama menjadi sumber keluhan masyarakat. 

Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas di warung tersebut yang dinilai merusak moral dan ketertiban lingkungan. Apalagi, selain dijadikan sebagai tempat esek-esek, juga pesta minuman keras (miras), dan peredaran obat terlarang.

"Kami sudah berulang kali melaporkan keberadaan warung ini ke pihak berwenang, namun tidak ada tindakan tegas yang diambil selama ini. Kami sangat bersyukur akhirnya ada tindakan konkret dengan penyegelan ini," kata salah satu warga, Pak Rudi, yang turut menyaksikan penyegelan.

Namun, warga sekitar tetap waspada dan memberikan ultimatum. Mereka mengancam akan melakukan tindakan lebih keras jika warung esek-esek itu kembali beroperasi. 

"Jika warung ini buka lagi, kami tidak akan segan-segan untuk membongkarnya paksa. Kami ingin lingkungan kami bersih dari aktivitas yang merusak moral," ungkap Hasan, salah satu warga setempat lainnya.

Sementara Camat Kersana, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan respons atas desakan dan aspirasi warga. 

"Penyegelan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Kami akan terus memantau dan memastikan warung ini tidak beroperasi kembali," ujarnya.

"Kami dulu juga pernah melakukan penutupan dengan memasang stiker larangan tempat prostitusi dan pesta minuman keras. Namun, para pengelola warung ini membandel dengan beroperasi kembali,"imbuhnya.