![]() |
|
|
JAHE telah lama dikenal karena manfaat kesehatannya yang beragam, mulai dari meredakan mual hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, melalui inovasi produk yang terus-menerus, jahe telah menjadi bahan utama dalam berbagai produk konsumen yang menawarkan manfaat kesehatan yang lebih luas dari minuman hingga perawatan tubuh, makanan hingga suplemen kesehatan.
Jahe terus menjadi bahan utama dalam inovasi produk yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan konsumen. Dengan penelitian yang terus-menerus dan eksperimen produk yang kreatif, potensi jahe sebagai bahan inovatif untuk produk kesehatan dan kecantikan masih terbuka lebar.
Dalam hal ini mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Kelompok Desa Pagerbarang, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, melihat peluang yang bisa dimanfaatkan dengan menggunakan jahe sebagai bahan utamanya untuk membuat sari jare sebagai minuman herbal yang berdaya jual.
Produk yang tercipta berupa serbuk Sari Jahe ini, dapat dijadikan minuman yang menyegarkan dan bermanfaat bagi kesehatan. Membuat sari jahe sendiri di rumah tidak hanya mudah, tetapi juga memastikan Anda mendapatkan manfaat penuh dari jahe segar, tanpa tambahan bahan kimia atau pemanis buatan.
Proses pembuatan serbuk Sari Jahe dimulai dengan tahap pencucian jahe segar. Jahe dipilih secara selektif dan dicuci dengan teliti untuk memastikan kebersihannya. Setelah itu, jahe diparut secara manual kemudian rebus pada air mendidih dengan perbandingan 1:1. Setelah mendidih, campuran air rebusan dengan parutan jahe didiamkan hingga mengendap. Air yang jernih dipisahkan dari endapan dan dimasak kembali dengan api sedang.
Pada tahap ini, gula ditambahkan dan campuran diaduk secara konsisten hingga terjadi penyusutan volume. Setelah mencapai konsistensi yang diinginkan, api dikurangi dan proses pengadukan tetap dilakukan hingga serbuk jahe terbentuk.
Tahap akhir melibatkan penyaringan serbuk jahe untuk mendapatkan hasil akhir yang halus dan homogen. Serbuk jahe yang dihasilkan kemudian ditempatkan dalam wadah tertutup, siap untuk dikemas dan dijual kepada konsumen.
(Tim KKN Universitas Peradaban Kelompok Desa Pagerbarang: Wafik Hidayat, M Ziddan, M Andrean Widyanto, Amanda Qori Ifadakh, Miqfaizatulliyan, Wanaziah, Vivi Anggraeni, Norma Septia Andari, Nadia Ainun Khoirun Nisa, Novi Yuli Astuti)