![]() |
|
|
APA itu Stunting?? Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak merupakan suatu kondisi yang dapat dilihat pada kurangnya tinggi badan anak dibandingkan dengan anak seusianya. Stunting telah menjadi masalah kesehatan sejak dulu. Penyebab stunting didapat dari asupan gizi yang buruk, terkena penyakit infeksi, lahir prematur dan berat badan saat lahir rendah. Namun, kekurangan gizi merupakan salah satu faktor penyebab stunting yang paling tinggi.
Pada Januari 2023 Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, dimana prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022 dan ditargetkan pada tahun 2024 ini akan semakin turun menjadi 14%.
Mahasiswa KKN Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting pada 19 Februari 2024, di Pustu atau Puskesmas Pembantu Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes dan bertepatan dengan adanya kegiatan Posyandu serta PIN ke 2 (vaksin polio oral).
Pencegahan stunting dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan atau saat didalam kandungan sampai usia 2 tahun, pada periode inilah organ-organ vital seperti otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya mulai terbentuk dan terus berkembang. Pencegahan stunting dimulai saat awal kehamilan dengan memakan makanan yang bergizi, meminum tablet asam folat, kalsium dan vitamin. Setelah bayi lahir berikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama 6 bulan kemudian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) saat usia lebih dari 6 bulan disertai dengan ASI eksklusif hingga usia 2 tahun dan selalu memantau tumbuh kembang anak dengan datang ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan tata laksana yang tepat bila mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Sosialisasi pencegahan stunting ini juga melibatkan bidan desa dan kader posyandu desa Galuh Timur. Oleh karena itu, diharapkan dari kegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting kepada ibu hamil dan para orang tua di desa Galuh Timur.
Berikut anggota Kelompok KKN di Desa Galuh Timur: Muhamad Fadhil rofi (Teknik Elektro), Uli Fauziah (Farmasi), Khurotul Fitriyani (Farmasi), Agandha Galih Lazuardi (Manajemen), Yeni Mustikasari (Manajemen), Mutia Sari Gustina (Akuntansi), Kartika Nida Silviani (PGSD), Jepri Haryanto (Manajemen), Riza Khoerul Anam (Ilmu Komunikasi), Eliana Diah Safitri (PBIN), Eka Diyan Roihanah (Pendidikan Bahasa Inggris)