![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Belasan rumah waga Desa Larangan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang berada di pinggir Sungai Rambatan, tergerus longsor tebing sungai akibat hujan deras akhir-akhir ini. Bahkan warga sudah mulai resah, beberapa diantaranya sudah mengantisipasi dengan membuat crucuk dari bambu.
Ali Darsono (30) warga setempat, Jumat 19 Nopember 2010, mengaku saat ini warga sudah mulai resah akibat longsornya tebing sungai yang terus terjadi. Bahkan salah satu rumah yang berada tepat di samping tebing sudah mulai ada yang terkikis. Akibatnya bagian rumah belakang warga tersebut terancam hilang.
Ali mengaku, kondisi tersebut memang sudah lama terjadi, bahkan saat ini sudah ada 5 rumah warga yang hilang akibat tergerus arus sungai. "Sebelumnya memang sudah ada sembilan rumah warga yang tergerus. Bahkan baru-baru ini ada dua rumah lagi menyusul, sehingga totalnya ada sebelas rumah," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari sekian rumah yang hilang akibat bencana tersebut, beberapa diantaranya merupakan rumah milik warga bernama Kasan (40), Diwan (34), Sunar (49), Barus (57), Deri (36), Suyi (48), Datim (40) dan Rawan (52) yang merupakan warga RT 05 RW 01. "Sedangkan korban yang berada di RT 04 RW 01 adalah Wage (45), Rumini (33) dan Tiwen (51),"ujarnya.
Longsung tersebut, tambahnya, disebabkan tebing sungai yang tidak kuat menahan derasnya air sungai akibat intensitas air hujan yang sangat tinggi. Pihaknya berharap, pemerintah bisa secerpatnya mengatasi masalah tersebut.
Sementara itu Kepala Desa Larangan, Ida Fulaila saat ditemui di kantornya mengaku, akibat tebing sungai yang mengalami longsor sudah ada sembilan rumah warga yang rusak. Jumlah tersebut sesuai dengan laporan yang masuk. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab Brebes.
"Sejak terjadinya bencana tersebut, kami sudah berkali-kali melaporkan hal itu ke Pemkab Brebes, namun sampai saat ini belum ada realisasi," kata Ida.