KKN, Mahasiswa UP Berikan Edukasi Kesehatan Reproduksi Kepada Ramaja Desa Pepedan
--None--
Sabtu, 24/02/2024, 21:27:57 WIB

DEWASA ini kesehatan reproduksi masih sering dinomor sekiankan oleh beberapa kalangan remaja. Padahal jika kita menilik lebih lanjut informasi tentang kesehatan, reproduksi remaja merupakan suatu hal yang penting yang perlu diperhatikan. Mengingat informasi ini sering dianggap hal tabu bagi para remaja. 

Remaja merupakan fase kehidupan yang penuh perubahan dan tantangan. Dalam perjalanan menuju kedewasaan, pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi kunci untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang diperlukan. 

Melalui kegiatan Posyandu Remaja, Ahad 18 Februari 2024 yang diadakan di Desa Pepedan tepatnya di Balai Desa yang dihadiri oleh remaja-remaja Desa Pepedan, dan pemberian materi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu. 

Posyandu Remaja sendiri adalah program kesehatan yang berfokus pada remaja tidak hanya remaja perempuan tetapi juga remaja laki-laki, mulai dari 10-24 tahun, untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, termasuk pelayanan kesehatan reproduksi, konseling, edukasi tentang kesehatan mental dan program gaya hidup sehat. 

Secara umum pemberian edukasi kesehatan reproduksi pada remaja ini membahas tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh saat seseorang memasuki usia remaja, baik secara fisik maupun psikis. 

Istna Nur Arifha, Mahasiswi Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang disebut masa puber yaitu terjadi pada usia 9 hingga 19 tahun yang meliputi perubahan fisik, baik yang terlihat dari luar maupun yang tidak terlihat (dalam). Dari perubahan fisik yang dialami oleh remaja, terlebih penting adalah tentang bagaimana menjaga dan merawat kesehatan organ-organ reproduksi, salah satunya yaitu dengan memakai celana dalam dengan bahan atau tidak ketat dan mudah menyerap keringat, diganti minimal 2 kali sehari, dan selalu memastikan area organ intim dalam keadaan kering dan tidak lembap. 

Selain itu remaja juga mengalami perubahan emosional yang kemudian tercermin pada sikap dan perilakunya. Perubahan emosional atau perubahan desain perilaku pada masa ini dapat dipengaruhi oleh orang tua, lingkungan sekitar atau keluarga, sekolah, dan juga oleh lingkungan luar seperti media sosial. 

Masa puber atau masa remaja ini sering disebut sebagai masa yang paling labil, dimana seorang anak berusaha menemukan kepribadiannya atau jati dirinya. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa masa puber bisa menjadi masa yang penuh dengan masalah. Mulai dari masalah dengan diri sendiri, keluarga, hingga masalah dengan perkembangan zaman. Dan pada masa puber ini para remaja akan mengenal hubungan dan seksualitas, dimana pemahaman tentang hubungan dan seksualitas sangatlah penting untuk diketahui dan dipahami oleh para remaja, karena jika mereka tidak dibekali pengetahuan yang cukup, remaja justru akan mencari tahu sendiri atau bertanya ke orang lain yang bisa memberikan pengetahuan yang salah.

Sandi Amaleo, Mahasiswa KKN Universitas Peradaban menjelaskan bahwa seksualitas adalah bagian dari kehidupan, dan remaja perlu memahami tanggungjawab dan konsekuensi dari tindakan seksual. Juga perlu diingatkan kepada para remaja untuk lebih baik tidak berpacaran dulu sebelum dewasa dan katakan tidak untuk berhubungan seks sebelum menikah. Dan juga pentingnya komunikasi terbuka terutama kepada orang tua tentang kesehatan reproduksi dan masalah seksualitas mereka.

Dengan demikian, tujuan utama dari edukasi kesehatan reproduksi remaja ini adalah memberdayakan mereka para remaja Desa Pepedan khususnya, dengan memberikan informasi yang tepat, mendukung komunikasi terbuka, dan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dapat membantu remaja melalui masa pubertas dengan percaya diri, sehingga kita dapat bersama-sama menciptakan generasi muda yang memiliki kesehatan reproduksi yang optimal dan kemampuan membuat keputusan yang tepat dalam merawat diri sendiri dan orang lain.

 

(Tim KKN mahasiswa UP: Angga Kurniawan, Bayu Firmansyah, Akis Himawan, Zahrena Restu Kinanti, Istna Nur Arifha, Anisatun Nur Solikhati, Sely Dwi Maharani, Wulan Putriana Zahro, Sandi Amaleo)