Evaluasi Sistem Penilaian Di Sekolah Dasar: Mendorong Pembelajaran Holistik
--None--
Rabu, 31/01/2024, 07:41:03 WIB

PENILAIAN merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Penilaian berfungsi untuk mengukur hasil belajar siswa, memberikan umpan balik kepada siswa dan guru, serta menentukan kenaikan kelas.

Sistem penilaian yang efektif dapat mendorong siswa untuk belajar secara optimal dan mencapai tujuan pembelajaran.Pada tingkat sekolah dasar, penilaian harus dirancang dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran holistik.

Pembelajaran holistik adalah pembelajaran yang mengembangkan seluruh potensi siswa, baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Tujuan dari evaluasi sistem penilaian di sekolah dasar yang mendorong pembelajaran holistik adalah untuk mengembangkan potensi siswa secara utuh, baik secara intelektual, emosional, sosial, maupun fisik.

Undang-Undang No 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut KI Hajar Dewantara pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Berikut beberapa solusi untuk mengatasi tantangan ini meliputi:

Melampaui Penilaian Akademik:

-Menggunakan berbagai metode penilaian yang mencakup berbagai aspek perkembangan siswa, seperti proyek, presentasi, portofolio, dan observasi kelas.

-Memasukan penilaian formatif  yang memberikan umpan balik terus-menerus kepada siswa untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka dalam berbagai aspek.

Menghargai Proses Pembelajaran:

-Menggunakan penilaian formatif yang memberikan umpan balik terkait proses pembelajaran siswa, seperti pengamatan kelas, refleksi diri, dan diskusi kelompok.

-Mendorong siswa untuk mengatur tujuan pembelajaran pribadi dan mengukur kemajuan mereka terhadap tujuan tersebut.

Menggunakan penilaian yang Beragam:

-Menggunakan penilaian berbasis proyek yang memungkinkan siswa menunjukkan pemahaman mereka melalui karya nyata.

-Menggunakan penilaian portofolio yang mencakup berbagai jenis tugas dan karya siswa.

Berikut beberapa kendala dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasi evaluasi sistem penilaian holistik di sekolah dasar antara lain:

-Kurangnya pemahaman dan kesadaran: Guru, siswa, dan orang tua mungkin tidak sepenuhnya memahami konsep dan manfaat dari evaluasi holistik. Ini dapat menjadi kendala dalam mengubah pola pikir yang terfokus pada nilai akademik semata.

-Keterbatasan waktu dan sumber daya: Implementasi evaluasi holistik memutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup.Guru perlu mengembangkan instrument penilaian yang sesuai dengan berbagai aspek perkembangan siswa, dan ini membutuhkan waktu dan upaya yang signifikan.

-Penilaian yang subjektif: Evaluasi holistik cenderung lebih subjektif dari pada penilaian akademik tradisional. Ini dapat menyebabkan perbedaan penilaian antara guru yang berbeda, yang dapat mempengaruhi keadilan dan konsistensi dalam penilaian.

-Perubahan paradigma: Implementasi evaluasi holistik membutuhkan perubahan paradigma dalam pendekatan penilaian. Guru perlu melihat secara menyeluruh dan mengakui berbagai kecerdasan dan potensi yang dimiliki oleh setiap individu.

Urgensi dari evaluasi sistem penilaian holistik di sekolah dasar, adalah untuk memastikan bahwa Pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik saja, tetapi juga mengembangkan siswa secara menyeluruh.

Evaluasi holistik dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam berbagai aspek perkembangan mereka, sehingga dapat memberikan umpan balik yang lebih komprehensif, dan mendukung perkembangan mereka secara keseluruhan.