Peran Guru Dalam Mengatasi Bullying Di Lingkungan Sekolah Dasar
--None--
Selasa, 30/01/2024, 18:08:29 WIB

PEMBULLYAN pada zaman sekarang merupakan hal yang tidak sulit dijumpai, entah itu di lingkungan masyarakat, sekolah, dan di lingkungan yang cakupannya lebih luas.

Perilaku bullying akan berakibat buruk bagi korbannya, terlebih perbuatan ini rentan terjadi pada anak sekolah dasar yang belum mampu mengontrol emosionalnya. Maka dari itu peran guru sangat dibutuhkan untuk mencegah hal ini.

Guru harus turun tangan jika anak didiknya di-bully, karena mereka memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung. Dengan memastikan keamanan siswa, memberi contoh perilaku yang positif dan toleran, seperti memberi teguran dan nasihat kepada siswa.

Banyak siswa yang melakukan tindakan bullying kepada siswa lainnya tanpa disadari oleh guru. Maka dari itu guru perlu menyediakan waktu untuk sharing pengalaman- pengalaman di sekolah dengan siswa, seperti mengajak siswa berbicara empat mata di luar ruangan.

Bullying memberikan dampak negative kepada korban, dampak terbesar dari bullying adalah korban mengalami gangguan mental, gangguan psikosomatik dan psikososial yang mengakibatkan prestasi belajar korban menurun. Peran guru dalam mengatasi bullying di sekolah sangat penting.

Guru bukan hanya pendidik dalam aspek akademis, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial di lingkungan belajar. Dengan mengambil pendekatan proaktif, mengidentifikasi tanda-tanda bullying, memberikan pendampingan, dan mendidik karakter, guru dapat membentuk budaya sekolah yang mengutamakan keselamatan, rasa hormat, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Melalui upaya bersama, guru berkontribusi secara besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari bullying, mendukung pertumbuhan positif, dan kesejahteraan semua siswa. Peran guru kelas sebagai pembimbing diibaratkan sebagai pembimbing perjalananan yang berdasarkan pengetahuan, dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan tersebut.

Dalam istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral, dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskam tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan orang kepercayaan, kegiatan pembelajaranpun meletakkannya pada posisi tersebut.

Peran guru kelas sebagai penasihat adalah seorang penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.

Dengan adanya kontribusi yang dilakukan oleh guru, di harapkan dapat mengurangi bahkan mencegah pembullyan di lingkungan sekolah dasar.