Pengaruh Pembelajaran Literasi Terhadap Minat Baca Siswa Di Sekolah Dasar
--None--
Selasa, 30/01/2024, 09:22:58 WIB

DALAM era perkembangan pendidikan, peran literasi tidak hanya sekadar keterampilan membaca dan menulis, namun juga memiliki dampak signifikan terhadap minat belajar siswa di Sekolah Dasar (SD).

Upaya untuk memahami bagaimana pembelajaran literasi, dapat membentuk dan memperkuat minat siswa menjadi aspek penting dalam merancang metode pengajaran yang efektif.

Pendidikan dasar memegang peranan kunci dalam membentuk dasar pengetahuan dan keterampilan siswa. Dalam konteks ini, pembelajaran literasi telah muncul sebagai elemen kritis yang tidak hanya mengasah keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap minat siswa terhadap pembelajaran secara keseluruhan.

Literasi di tingkat Sekolah Dasar tidak hanya mencakup kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap teks dan konteks. Guru di SD memiliki peran penting dalam membentuk fondasi literasi siswa.

Literasi merupakan kemampuan membaca dan menulis. Pembelajaran literasi di SD memerlukan media yang dapat membantu siswa dalam mengoptimalkan ketrampilan menulis dan membacanya. Dalam pengertian luas, literasi tidak hanya sebatas pada membaca dan menulis tetapi meliputi kemampuan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis) dan berpikir sebagai elemen di dalamnya.

Kata literasi telah memiliki berbagai makna baru dalam berbagai makna baru pada abad ke-21. Secara tradisional, literasi dipandang sebagai kemampuan membaca dan menulis. Orang yang dapat dikatakan sebagai literat dalam pandangan ini adalah orang yang mampu membaca dan menulis atau bebas buta huruf. Pengertian literasi selanjutnya lebih berkembang menjadi kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.

Menguatkan literasi pada jenjang SD merupakan langkah penting dalam membekali siswa dengan ketrampilan yang diperlukan dalam kehidupan dan pendidikan mereka. Melalui Teknik pembelajaran dikelas, seperti membaca buku didepan kelas, diskusi buku, menulis cerita, penggunaan media visual dan mengaitkan literasi dengan konteks nyata, siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi dengan baik. Dengan memperkuat literasi pada jenjang SD, dapat memberikan pondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan siswa menuju masa depan yang lebih baik.

Gerakan Literasi Sekolah telah dikembangkan, yang berarti  kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan berbicara. (Panduan Gerakan Literasi di SD, 2016 : 2).

Literasi kritis adalah sebuah ketrampilan berpikir kritis dengan focus perhatian pada telaah hubungan antara Bahasa dan kekuasaan dalam teks (Priyatni, 2012 : 50). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa literasi kemampuan berbahasa (membaca, menulis, menyimak dan berbicara) seseorang dalam mengolah dan memahami informasi lisan dan tertulis.

Sedangkan (Abidin 2015 : 25-25) menjelaskan bahwa dalam memasuki abad ke-21, pembelajaran literasi memiliki tujuan utama untuk memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa dalam mengembangkan dirinya sebagai komunikator yang kompeten dalam multikonteks, multikultular, multimedia melalui pemberdayaan multiintelegensi yang dimilikinya.

Minat baca adalah kecenderungan sukarela dan kesukaan seseorang terhadap aktivitas membaca. Ini mencakup rasa ketertarikan, keinginan, dan motivasi individu untuk terlibat dalam kegiatan literasi, seperti membaca buku, artikel, atau materi bacaan lainnya. Minat baca dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan keluarga, pengalaman membaca sebelumnya, dan cara pembelajaran yang merangsang.

Minat baca memiliki peran penting dalam pengembangan keterampilan literasi dan pemahaman dunia. Membangun minat baca yang positif pada usia dini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi yang kuat dan menciptakan fondasi yang baik untuk pembelajaran di masa depan.

Tujuan dari pembelajaran literasi terhadap minat baca siswa di Sekolah Dasar adalah dengan minat baca akan diperoleh hasil, baik informasi, pengertian, pengetahuan, keterampilan, motivasi maupun fakta seperti yang disajikan oleh bahan bacaan. Hal-hal yang telah dibaca sangat berguna bagi pembangunan diri (self development) pembaca, keluarga dan masyarakat yang lebih luas.

Berdasarkan artikel di atas tentang pengaruh pembelajaran literasi terhadap minat baca siswa di SD, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran literasi dan minat baca siswa di SD sangat penting untuk membentuk budaya literasi.

Meningkatkan kemampuan dan memperluas seseorang dalam mendapatkan informasi yang belum pernah diketahuinya serta mengembangkan minat baca siswa SD, merupakan investasi penting dalam membentuk landasan literasi yang kuat, dan menciptakan generasi yang gemar membaca dengan kepekaan terhadap dunia pengetahuan.