Antisipasi Kecanduan Game Online Dengan Permainan Tradisional
--None--
Jumat, 26/01/2024, 13:46:46 WIB

DUNIA anak merupakan dunia bermain, sesuatu yang paling dekat dengan anak adalah permainan. Segala sesuatu yang ada pada lingkungan anak dapat menjadi objek permaian. Sesuai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, permaian anak mengalai perkembangan.

Pada era 80-an anak-anak akan bermaian dengan berbagai jenis permaian tradisional yang bersumber dari lingkungan. Namun, anak-anak yang lahir diera 20-an sudah beralih pada permainan game online, mereka sudah jarang bermain dengan permainan tradisional.

Meskipun, menurut penelitian permaian game online cenderung memberikan dampak negative yang lebih banyak bagi anak. Salah satunya kecanduan game, hal ini perlu menjadi perhatian para guru dan orang tua. Karena dapat berdampak buruk pagi perkembangan dimasa depan.

Masa anak-anak adalah masa bagimana karakter anak dibentuk dan ditanamkan, orang tua dan guru perlu mencarikan alternative tentang permaian yang menunjang tumbuh kembang karakter anak. Salah satu alternaif yang dapat digunakan adalah permaian tradisional.

Permainan tradisional memiliki kelebihan yang dapat menujang tumbunya kepribadian anak sebagimana dikemukakan oleh Cahyono (2011:2) mengemukakan sejumlah karakter yang dimiliki oleh permainan tradisional yang dapat membentuk karakter positif pada anak sebagai berikut.

-Pertama, permainan tradisional cenderung menggunakan atau memanfaatkan alat atau fasilitas dilingkungan kita tanpa harus membelinya sehingga perlu daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Banyak alat-alat permainan yang dibuat atau digunakan dari tumbuhan, tanah, genting, batu, atau pasir.

Misalkan mobil-mobilan yang terbuat dari kulit jeruk bali, engrang yang dibuat dari bambu, permainan ecrak yang menggunakan batu, telepon-teleponan menggunakan kaleng bekas dan benang nilon dan lain sebagainya.

-Kedua, permainan anak tradisional melibatkan pemain yang relatif banyak. Tidak mengherankan, kalau kita lihat, hampir setiap permainan rakyat begitu banyak anggotanya.

Sebab, selain mendahulukan faktor kesenangan bersama, permainan ini juga mempunyai maksud lebih pada pendalaman kemampuan interaksi antarpemain (potensi interpersonal). seperti petak umpet, congklak, dan gobak sodor.

-Ketiga, permainan tradisional menilik nilai-nilai luhur dan pesan-pesan moral tertentu seperti nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, tanggung jawab, sikap lapang dada (kalau kalah), dorongan berprestasi, dan taat pada aturan.

Semua itu didapatkan kalau si pemain benar-benar menghayati, menikmati, dan mengerti sari dari permainan tersebut.

Permainan tradisional juga mampu menjadi stimulus terhadap tumbuh kembangnya anak seperti yang disampikan oleh Misbach (2006:7) dalam penelitiannya menunjukkan, bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak yang dapat meliputi hal-hal sebagai berikut:

-Aspek motorik dengan melatih daya tahan, daya lentur, sensorimotorik, motorik kasar, dan motorik halus.

-Aspek kognitif dengan mengembangkan imaginasi, kreativitas, problem solvingstrategi, kemampuan antisipatif, dan pemahaman kontekstual.

-Aspek emosi dengan menjadi media katarsis emosional, dapat mengasah empati dan pengendalian diri, Aspek bahasa berupa pemahaman konsep-konsep nilai.

-Aspek sosial dengan mengkondisikan anak agar dapat menjalin relasi, bekerjasama, melatih kematangan sosial dengan teman sebaya dan meletakkan pondasi untuk melatih keterampilan sosialisasi dengan berlatih peran dengan orang yang lebih dewasa dan masyarakat secara umum.

-Aspek spiritual, permainan tradisonal dapat membawa anak untuk menyadari keterhubungan dengan sesuatu yang bersifat Agung (transcendental).

-Aspek ekologis dengan memfasilitasi anak untuk dapat memahami pemanfaatan elemen-elemen alam sekitar secara bijaksana.

-Aspek nilai-nilai moral dengan memfasilitasi anak untuk dapat menghayati nilai-nilai moral yang diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi selanjutnya.

Mengenalkan kembali kepada anak berbagai jenis permaian tradisional, merupakan salah satu upaya untuk untuk membentuk karakter dan menjauhkan efek negative game onlie.

Strategi yang dapat dilakukan oleh guru di sekolah antara lain, mengadakan festial permaian tradisional tingkat sekolah pada even-even, misalnya pada kegiatan akhir semester.

Guru juga dapat menggunakan metode, atau pendekatan yang paling efektif dalam menumbukan ketertarikan anak-anak pada permainan tradisional.